Breaking News:

Liputan Khusus

Warga Minta PCR Lebih Murah Lagi, Masih Mahal Rp 525 Ribu: Termurah Kedua di Asia Tenggara

Namun tarif PCR terbaru tersebut dinilai masih mahal bagi warga yang ingin tes secara mandiri.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM / RM Resha A.U
Suasana petugas kesehatan Puskesmas Indralaya saat menjalani tes swab, di puskesmas tersebut. 

PALEMBANG, SRIPO -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI secara resmi telah menurunkan tarif swab test polymerase chain reaction (PCR) Covid-19. Untuk di luar Pulau Jawa dan Bali, tarif PCR dipatok Rp 525 ribu dari yang tadinya berada dikisaran Rp 900 ribu. Sementara untuk tarif PCR di Pulau Jawa dan Bali tarif PCR Rp 495 ribu.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof. Abdul Kadir mengatakan, penurunan tarif pada dua kategori wilayah tersebut sebesar 45 persen dari tarif sebelumnya yang selama ini berlaku untuk tes PCR secara mandiri.

Tarif ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Namun tarif PCR terbaru tersebut dinilai masih mahal bagi warga yang ingin tes secara mandiri. Apriyadi, seorang pegawai swasta di Palembang berpendapat, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan baginya tarif PCR Rp 525 ribu tersebut masih terbilang mahal. Setidaknya tarif PCR bisa dibawah Rp 500 ribu.

"Paling tidak Rp 250 ribu - Rp 300 ribu. Dengan kondisi sulit mau bayar PCR harga Rp 525 ribu juga masih mahal. Setidaknya pemerintah beri subsidi untuk tes PCR agar masyarakat tidak makin kesulitan. Kena Covid-19 saja, asuransi dari perusahaan hanya mengcover satu kali swab selanjutnya masih harus bayar," katanya.

Ia memahami penurunan tarif PCR tersebut juga pasti memiliki tujuan. Namun, masyarakat masih belum mampu untuk membayar swab PCR dengan nominal Rp 525 ribu.

"Untuk makan saja sulit pasti, kasihan kalau masih harus bayar. Mungkin untuk yang punya uang tak masalah tapi masyarakat bawah pasti susah," katanya.

PCR Mandiri
Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Palembang, dr Yuliarni menjelaskan, Dinkes sudah membuat surat edaran terkait batas tertinggi tarif PCR di Kota Palembang khususnya yakni Rp 525 ribu. "Surat edaran telah kami buat dan disebarkan ke semua Fasilitas kesehatan serta laboratorium yang menyediakan layanan test PCR," katanya.

Penerapan batas tarif tertinggi sebagaimana yang diinformasikan berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Sedangkan batas tarif tertinggi tersebut tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit penyelenggaranya yang mendapatkan bantuan pemeriksaan PCR berdasarkan kewenangan masing-masing dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved