Breaking News:

Pertanian

Cara Pengendalian Hama Thrips, Hama Vektor Penyakit Virus Mosaik dan Virus Keriting pada Tanaman

Daun yang terserang berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting atau keriput dan akhirnya mati.

Youtube
Cara Pengendalian Hama Thrips 

SRIPOKU.COM - Thysanoptera (Thrips) adalah ordo serangga yang berisi 5800 spesies yang terbagi dalam 9 famili.

Ordo ini terbagi menjadi dua subordo, yaitu Tubulifera dan Terebrantia.

Serangga ini bermetamorfosis sempurna (holometabolous) dengan perkembangan dimulai dari telur, 2 tahap instar, 3 tahap pupa, dan dewasa.

Pada tahap pupa, walau di dalam kepompong serangga ini tetap dapat bergerak

hama Thrips (Thrips parvispinus Karny) dan Kutu Daun (Aphididae).

Hama Thrips menyerang tanaman dengan menghisap cairan permukaan bawah daun (terutama daun-daun muda).

Serangan ditandai dengan adanya bercak keperak - perakkan.

Daun yang terserang berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting atau keriput dan akhirnya mati.

Pada serangan berat menyebabkan daun, tunas atau pucuk menggulung ke dalam dan muncul benjolan seperti tumor, pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil bahkan pucuk tanaman menjadi mati.

Baca juga: Cara Menghilangkan Hama Kutu Putih yang Kerap Menyerang Tanaman, Ternyata Triknya Sederhana

Baca juga: 5 Hama yang Kerap Menyerang Tanaman Kopi, Bisa Bikin Batang Berlubang hingga Daun Jadi Kuning

Hama ini merupakan vektor penyakit virus mosaik dan virus keriting.

Pada musim kemarau perkembangan hama sangat cepat, sehingga populasi lebih tinggi sedangkan pada musim penghujan populasinya akan berkurang karena banyak thrips yang mati akibat tercuci oleh air hujan.

Hama ini bersifat polifag dengan tanaman inang utama cabai, bawang merah, bawang daun, jenis bawang lainnya dan tomat, sedangkan tanaman inang lainnya tembakau, kopi, ubi jalar, waluh, bayam, kentang, kapas, tanaman dari famili Crusiferae, Crotalaria dan kacang-kacangan.

Cara Pengendalian :

  1. Menggunakan tanaman perangkap seperti kenikir kuning
  2. Menggunakan mulsa perak
  3. Sanitasi lingkungan dan pemotongan bagian tanaman yang terserang thrips
  4. Penggunaan perangkap warna kuning sebanyak 40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2 yang dipasang sejak tanaman berumur 2 minggu. Perangkap dapat dibuat dari potongan bambu yang dipasang plastik map warna kuning. Plastik diolesi dengan lem agar thrips yang tertarik menempel. Apabila plastik sudah penuh dengan thrips maka plastik perlu diganti.
  5. Pemanfaatan musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama thrips, antara lain predator kumbang Coccinellidae, tungau, predator larva Chrysopidae, kepik Anthocoridae dan patogen Entomophthora sp.
  6. Pestisida digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman telah mencapai ambang pengendalian (serangan mencapai lebih atau sama dengan 15% per tanaman) atau cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan populasi hama.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved