Breaking News:

Sekali Penyuntikan 13 Juta, Ini Penjelasan Badai Sitokin dari Prof Yuwono Ahli Mikrobiologi Sumsel

"Pada perlawanan yang begitu tinggi, zat Sitokin ini berproduksi cukup banyak di dalam tubuh," kata Prof Yuwono soal badai Sitokin.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Jati Purwanti
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ahli Mikrobiologi Sumsel, Profesor Yuwono, mengatakan badai Sitokin muncul pada fase kritis di pekan kedua seseorang dinyatakan terpapar Virus Corona.

Badai Sitokin ditandai dengan perlawanan imunitas yang begitu kuat.

Lantas, apa itu badai Sitokin? Berikut penjelasan Profesor Yuwono.

"Perlawanan itu dilakukan oleh zat dalam tubuh yang dinamai Sitokin, utamanya adalah interlukim 6 atau IL6. Pada perlawanan yang begitu tinggi, zat Sitokin ini berproduksi cukup banyak di dalam tubuh," katanya, Minggu (22/8/2021).

Sebagai informasi, seseorang  yang terpapar Virus Corona akan mengalami beberapa gejala mulai dari pekan pertama hingga pekan kedua.

Pada pekan pertama akan ada fase yang dinamakan flu like syndrome atau gejala-gejala yang menyerupai flu.

Selanjutnya pada pekan kedua, jika penyakit  berlanjut akan terjadi fase kritis (critical phase).

Namun, pada pekan ini bisa juga orang yang telah terinfeksi menjadi sembuh. Berdasarkan hal tersebut isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved