Breaking News:

Herman Deru

Mawardi Yahya: Keputusan Perpanjangan PPKM Sesuai Pengumuman dari Presiden Senin Esok

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Palembang berakhir pada 23 Agustus 2021.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/jati purwanti
Aktivitas warga di Benteng Kuto Besak Palembang saat PPKM level empat diberlakukan di kota ini. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Palembang berakhir pada 23 Agustus 2021.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dan evaluasi PPKM dan penanganan COVID-19 khusus luar pulau Jawa dan Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian RI Dr Ir H Airlangga Hartanto MMT MBA secara virtual, Sabtu (21/8/2021) lalu, Kota Palembang kembali masuk daftar perpanjangan masa PPKM level 4.

Wakil Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), H Mawardi Yahya (MY) menjelaskan, pemerintah pusat berencana untuk melakukan perpanjangan masa PPKM selama 15 hari terhitung mulai 24 Agustus sampai 6 September 2021 dan Kota Palembang dan Prabumulih yang kembali masuk dalam daftar perpanjangan pembatasan tersebut.

“Keputusan (perpanjangan PPKM) ada di Presiden, Senin (23/8/2021) nanti,” kata Mawardi.

Menurutnya, faktor yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk kembali memperpanjang periode pembatasan di Palembang dan Prabumulih ini akibat tingginya mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) yang kembali menurun juga menjadi landasan perpanjangan PPKM ini.

Dua faktor tersebut diyakini berpengaruh pada angka konfirmasi positif Covid-19 dan kasus aktif dalam pengawasan, khususnya di dua kota ini.

“Selain dua kota tersebut 15 daerah lainnya PPKM level 2 dan 3,” tambahnya.

Mawardi pun, meminta kepala daerah di kabupaten dan kota di Sumsel untuk benar-benar mengoptimalkan pelaksanaan PPKM dalam rentang waktu yang ditetapkan sehingga tidak terus menerus dilakukan perpanjangan.

Kepala daerah juga diminta aktif untuk melakukan upaya sosialisasi pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi.

“Yang lebih tinggi dari PPKM ini adalah kesadaran masyarakat, tanpa itu usaha pemerintah dalam PPKM akan sia-sia," kata Mawardi.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat hingga, Sabtu (22/8/2021) tiga kabupaten di Sumsel tercatat sebagai daerah zona yakni Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas, dan Banyuasin.

Kemudian 12 kabupaten dan kota lainnya termasuk zona oranye (sedang).

Adapun 12 kabupaten tersebut yaitu Palembang, Prabumulih, Lubuk Linggau, Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Ogan Komering Ilir (OKI), Lahat, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (MUBA), dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Sementara itu, hanya ada dua daerah saja yang ditetapkan sebagai daerah zona kuning yakni Kota Pagaralam dan Kabupaten Empat Lawang. (mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved