Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Halusinasi Akibat Pengaruh Sabu, Warga Palembang Ini Malah Ngamuk dan Bacok Teman Sendiri

Oskar (30), warga Kecamatan IT I Palembang terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian.

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolsek IT I, Palembang AKP Ginanjar Aliya Sukmana, bersama anggotanya Buser Polsek IT I, saat berhasil mengamankan pelaku pembacokan, tadi malam. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Oskar (30), warga Kecamatan IT I Palembang terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian.

Ia nekat membacok temannya sendiri, M Yunus hingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Oskar diduga nekat melakukan hal tersebut diduga akibat pengaruh narkotika jenis Sabu, sehingga ia berhalusinasi.

Atas peristiwa tersebut, anggota buser Polsek IT I Palembang langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku yang mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang di Jalan Sudirman dan Jalan Ariodila usai membacok temannya sendiri di dalam rumah. 

Pelaku pun berhasil diringkus tim buser polsek IT I Palembang, Minggu (22/8) sekitar pukul 01.30, di sebelah warung kelontong depan Taman Makam Pahlawan, bersama barang bukti sajam jenis parang. 

"Tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang mengamuk sambil membawa sajam dan anggota kita langsung turun ke TKP dan pelaku sedang mengamuk," ungkap Kapolsek IT I Palembang, AKP Ginanjar Aliya Sukmana, kepada Sripoku.com.

Ginanjar melanjutkan, pelaku tersebut juga membacok temannya Muhammad Yunus hingga melukai kepalanya dan dilarikan ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang. 

"Penyebabnya pelaku membacok korban karena halusinasi. Hal tersebut diakui pelaku bahwa sebelum kejadian pelaku sempat mengonsumsi narkotika jenis sabu dan anggota juga berhasil menemukan barang bukti tersebut dirumahnya," katanya. 

Baca juga: Masyarakat Jadi Gempar Karena Peristiwa Pembunuhan, Suami Bacok Istri Ternyata Motifnya

Setidaknya anggota Reskrim Polsek IT I Palembang berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang digunakan pelaku dirumahnya beserta juga pirek dan korek api.

Tidak hanya itu terlihat juga tetesan darah korban di teras dan dalam rumah pelaku yang menetes ke lantai. 

Atas pelaku terjerat pasal Undang undang darurat atas membawa senjata tajam dan pasal 351 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. 

Sedangkan, pelaku Oskar mengaku bahwa dirinya melihat bahwa korban Yunus ingin menikam pelaku.

Namun, takut didahului pelaku.

Dari keterangan pelaku barang haram tersebut di belinya seharga Rp100 ribu yang di beli di daerah Tangga Buntung Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved