Berita lubuklinggau
Sejarawan Lubuklinggau Suwandi Tutup Usia, Pernah Terima Penghargaan dari Presiden SBY
Kami sangat terkejut, ketika mendapat kabar beliau (pak Suwandi) meninggal dunia," kata Yadri saat di konfirmasi wartawan
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Tepat pada perayaan HUT ke 76 RI, sejarawan Lubuklinggau, Sumatera Selatan yakni Drs H Suwandi Syam M Pd tutup usia.
Pria 77 tahun tersebut meninggal dunia karena sakit dan tengah dirawat di RS Dr Sobirin Lubuklinggau, pukul 19.25 WIB, Selasa (17/8/2021) malam.
Suwandi merupakan Pengurus Museum Museum Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Sriwijaya.
Yadri, yang merupakan salah seorang dosen di STKIP – PGRI Kota Lubuklinggau mengaku sangat berduka atas berpulangnya Suwandi.
“Kami sangat terkejut, ketika mendapat kabar beliau (pak Suwandi) meninggal dunia," kata Yadri saat di konfirmasi wartawan, Rabu (18/8/2021).
Menurut dia, kepergian Suwandi tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, namun juga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Bumi Silampari.
"Karena selain dosen, sejarawan, pak Suwandi adalah sebagai salah pejuang literasi dan penggiat Bumi Silampari," ungkapnya.
Yadri menceritakan, Suwandi bukan hanya seorang sejarawan dan budayawan saja, melainkan, ia pernah mendapatkan penghargaan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009, sebagai pelaku dan pelestari budaya di Sumatera Selatan.
Separuh hidupnya dihabiskan untuk mengabdi dan membangun dunia pendidikan, di bumi silampari (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara) terutama dibidang sejarah dan budaya.
"Kiprah dan jasa beliau sangat besar, mulai dari membangun STKIP – PGRI Lubuklinggau dan jadi dosen, serta berkontribusi besar bagi Lembaga Adat Kota Lubuklinggau," ujarnya.
Selama bergaul sosok Suwandi cukup hangat, terbuka dan bersahaja. Keteladanan dan konsistensi beliau harus menjadi contoh. Apalagi saat menceritakan sejarah Sumsel dia sangat bersemangat.
"Kita benar-benar kehilangan seorang guru yang tak pernah lelah memberikan nasehat dan ilmunya kepada anak – anak muda, kehilangan sosok beliau sama artinya kita kehilangan aset informasi literasi sejarah dan budaya daerah," tambahnya.
Di Kota Lubuklinggau, Suwandi juga merupakan penggiat huruf Aksara Ulu, ia dikenal sebagai huruf Ka Ga Nga, selain itu beliau juga pengurus Museum Subkos Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan.
Banyak karya tulis yang berhasil ia tulis, salah satunya Buku Sejarah Subkos Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Buku Riwayat Noerdin Padji, dan Buku Cerita Rakyat Bujang Kurang dan Putri Silampari serta masih banyak yang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/suwandi-meninggal-dunia.jpg)