Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Meski Zona Kuning Pagaralam Terhambat Status PPKM Level 2, Bagaimana Sekolah Tatap Muka dan Hajatan

Melihat kondisi ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam akan ada perubahan aturan terkait sekolah tatap muka dan hajatan di Pagaralam.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/Wawan Septiawan
Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah sempat masuk zona merah Covid-19 atau kawasan dengan resiko tinggi penularan Virus Corona (Covid-19), Pagaralam kembali menjadi zona kuning atau resiko rendeh.

Melihat kondisi ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam akan ada perubahan aturan terkait sekolah tatap muka dan hajatan pernikahan di Pagaralam.

Saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang sudah tatap muka namun tetap dengan aturan yang disesuaikan dengan Satgas Covid-19 Kota Pagaralam.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait turunnya status zona merah menjadi zona kuning untuk Pagaralam.

"Kita sudah berkoordinasi dengan dinas Pendidikan dan Satgas Covid-19 serta TNI/Polri terkiat rencana pelonggaran pengetatan di Pagaralam selama ini. Karena saat ini status kita kembali menjadi zona kuning," ujarnya.

Namun Pemkot masih akan mengacu pada aturan terkait juknis PPKM. Karena saat ini juga Pagaralam sudah di PPKM Level III.

Zona Merah Lepas Walkota Apresiasi Nakes dan Satgas, Update Virus Corona di Pagaralam 17 Agustus

"Memang aturan yang ada sedikit rancu antara zonasi dan PPKM. Karena ada aturan yang disesuaikan dan turunan dari pusat. Untuk itu kita harus tetap mengikuti aturan itu," katanya.

Saat ini, Pemkot sudah melakukan pelonggaran aturan seperti sekolah boleh tatap muka dengan persentase siswa yang masuk.

Selain itu hajatan sekarang mulai dilonggarkan yaitu tamu boleh mencapai 50 persen dari kapasitas lokasi.

"Jika saat zona merah kita tetapkan aturan hajatan hanya diperbolehkan dihadiri 25 persen tamu namun saat ini boleh mencapai 50 persen.

Sekolah juga sudah ada yang tatap muka dengan persentase 50 persen dan jam belajarpun disesuaikan," jelasnya.

Alpian meminta masyarakat Pagaralam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar zonasi Pagaralam tidak kembali meningkat.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved