Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Dua Kali PPKM di Palembang, Pengelola JSC Alami Kerugian Capai Rp 8,4 Miliar Lebih

Untuk PPKM pertama sampai kedua kurang lebih Rp 8,4 sekian miliar potensial revenue yang seharusnya kita terima

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Abdul Hafiz
Pagar gerbang pintu masuk terpampang tulisan kawasan JSC (Jakabaring Sport City) ditutup dan spanduk Wisma Atlet dijadikan Rumah Sehat Covid 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT JSC (Jakabaring Sport City) selaku pengelola kawasan area olahraga dan rekreasi, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 8,4 miliar selama dua kali diperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Saat ini PPKM di Palembang sudah diperpanjang untuk ketiga kalinya sampai 23 Agustus 2021.

"Terkait masalah kerugian tentu karena adanya kita tidak boleh lagi mengadakan kegiatan yang sifatnya turnamen ataupun kompetisi.

Padahal Jakabaring ini bisa mendapatkan keuntungan atau revenue dari event-event yang kita selenggarakan. Tapi kalau event tidak boleh. Ya artinya potensial revenue itu kan tidak kita dapatkan," ungkap Direktur Marketing PT JSC, Bambang Supriyanto SS kepada Sripoku.com, Selasa (17/8/2021).

Bambang, menjelaskan kegiatan di JSC masih ada untuk reguler atlet yang berlatih untuk persiapan PON XX yang akan berlangsung 2-15 Oktober 2021 di Papua.

"Untuk PPKM pertama sampai kedua kurang lebih Rp 8,4 sekian miliar potensial revenue yang seharusnya kita terima tetapi tidak jadi kita terima," kata Bambang.

Pria kelahiran Pasuruan, 8 April 1974 berharap agar wabah pandemi ini segera berakhir dan masyarakat juga diharapkan kesadarannya dari program pemerintah terkait untuk pembasmian virus ini juga harus didukung diantaranya dengan melakukan vaksianasi, jaga prokes, dan lain sebagainya.

"Karena Jakabaring ini area yang diciptakan untuk kegiatan mengumpulkan sifatnya massa banyak. Dengan adanya pandemi ini kita yang paling terasa dampaknya," ujar Bambang yang mengawali karier di Surya Dharma Hotel Seminyak Kuta Bali sebagai Supervisor House Keeping.

Bambang yang alumni Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa dan Sastra (STIBA) Malang mencontohkan hunian kamar JSC sebanyak 978 kamar dengan dilarangnya kegiatan bagaiamana bisa terisi maksimal.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved