Berita Muba

Dua dari Empat Pencuri Besi PT Waskita Karya Diamankan, Polsek Babat Toman Kejar Sisa Pelaku

"Sementara dua pelaku lainnya J dan H masih DPO yang merupakan warga sekitar pembangunan Sutet di Desa karang Waru Kecamatan Lawang Wetan,"

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Dua pencuri besi di Muba ketika diamankan di Mapolsek Babat Toman. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Unit Reskrim Polsek Babat Toman Polres Muba kembali meringkus dua dari empat pencuri besi di lokasi pembangunan tiang sutet T.311 dan T.309 di Desa karang Waru, Kecamatan Lawang Wetan, Muba.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSi, melalui Kapolsek Babat Toman, AKP Andi Kesuma Jaya SST SH, mengatakan dua pelaku yang sudah diamankan, yaitu Padriadi alias Spider (42) dan Andre alias Sukri (35).

"Sementara dua pelaku lainnya J dan H masih DPO yang merupakan warga sekitar pembangunan Sutet di Desa karang Waru Kecamatan Lawang Wetan," ujarnya Selasa (17/8/2021).

Aksi kriminal keempat pelaku itu dilakukan pada Kamis (27/5/2021) lalu. Keduanya berhasil mencuri puluhan batang besi ulir berbagai ukuran milik PT Waskita Karya.

"Kita mendapat laporan tentang adanya kejadian tersebut. Petugas kita terus menelusuri tempat jual-beli pengumpulan barang bekas, dari hasil penelusuran itu akhirnya berhasil mengungkap keempat tersangka," katanya.

Sukses Jalankan Tugas, Siswi Pembawa Baki Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-76 di Pemkab Muba Menangis

Adapun total di lokasi terdapat T.311 besi yang hilang berupa besi jenis ulir D-19 sebanyak 50 batang, besi ulir D-12 sebanyak 10 batang, besi D-10 sebanyak 10 batang, besi D-13 sebanyak 4 batang dan baja stub sebanyak 1 batang.

Sementara di lokasi T.309 berupa besi jenis ulir D-19 sebanyak 50 batang, besi ulir D-12 sebanyak 10 batang, besi D-10 Sebanyak 10 batang dan besi D-13 sebanyak 4 batang. 

"Atas kejadian tersebut PT Waskita Karya mengalami kerugian sekitar Rp40 juta," kata Andi.

Dia menambahkan, pelaku membawa barang hasil curian tersebut dengan menggunakan mobil Pick Up L300 dan menjual besi tersebut sebesar Rp600 ribu dan masing-masing mendapat pembagian sebesar Rp 100 ribu.

"Sementara sisanya mereka gunakan untuk membeli narkoba. Para pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tutup Kapolsek.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved