Breaking News:

Tak Perlu Cetak Sertifikat Vaksin di Kaos atau Kartu, Justru Bisa Merugikan, Ini Alasannya!

Ada yang menilai sertifikat vaksin harus dicetak bahkan hingga ke pakaian (kaos) dan ada pula yang mengartikannya hanya perlu disimpan di gawai saja. 

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Welly Hadinata
kompas.com
Ilustrasi sertifikat vaksinasi Covid-19 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sertifikat vaksin disyaratkan menjadi akses masuk ke mal. Aturan baru dari pemerintah ini pun dimaknai berbeda oleh banyak kalangan.

Ada yang menilai sertifikat vaksin harus dicetak bahkan hingga ke pakaian (kaos) dan ada pula yang mengartikannya hanya perlu disimpan di gawai saja. 

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yusri, menyebutkan, masyarakat tak perlu repot menyetak kartu vaksin untuk syarat masuk mal sebab jika telah memasang aplikasi PeduliLindungi kode batang (barcode) bisa langsung dipindai (scan). 

"Tidak perlu cetak tunjukkan saja di web PeduliLindungi," ujarnya, Minggu (15/8/2021). 

Menurutnya, pencetakan kartu vaksin di kaos atau media lainnya melalui jasa percetakan dan sablon berpotensi merugikan pemilik sertifikat.

Hal ini karena dimungkinkan data pribadi yang tersimpan dalam sertifikat vaksin bisa dengan mudah diakses orang lain dan dikhawatirkan akan disalahgunakan. 

"Ya, bisa saja dipalsukan namun kalau lihat lewat web asli. Lebih baik lewat web atau aplikasi saja," kata Yusri. 

Yusri pun mengimbau, bila memang tidak memiliki urgensi, kunjungan ke mal sebaiknya tidak dilakukan. Terlebih, hingga kini jumlah orang yang divaksin belum mencapai target yang 70 persen. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel,  vaksinasi masyarakat umum baru mencapai 2,61 persen saja, sedangkan lansia 9,77 persen.

Sementara pelayan publik sebesar 96,55 persen dan untuk vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan di angka 21,0 persen. 

"Tetap jalankan 5M dan selalu waspada karena penularan Covid-19 masih terus berlangsung di sekitar kita hingga saat ini," jelas Yusri.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved