Breaking News:

Pemerintah Akhirnya Turunkan Harga Tes PCR, Tapi di Luar Pulau Jawa-Bali Lebih Mahal Ini Aasannya

Setelah menjadi sorotan karena mahalnya tarif PCR, pemerintah akhirnya menurunkan harga tes PCR di Indonesia.

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel/Ardiansyah
Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi saat di swab antigen, Senin (17/5/2021). 

SRIPOKU.COM -- Setelah menjadi sorotan karena mahalnya tarif PCR, pemerintah akhirnya menurunkan harga tes PCR di Indonesia.

Namun penetapan harga tes PCR di Indonesia tidak sama, ada perbedaan Rp 29 ribu untuk wilayah di luar Jawa dan Bali.

Biaya tes PCR di luar Jawa dan Bali lebih mahal bukan dikarenakan warganya lebih kaya-kaya.

Namun, ada alasan lain seperti yang diungkapkan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes akhirnya menetapkan batas biaya tertinggi tes polimerase rantai ganda atau PCR untuk Covid-19 di Jawa-Bali sebesar Rp 495 ribu dan Rp 524 ribu di daerah lain.

Artinya, di luar Jawa Bali lebih mahal Rp 29 ribu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, mengatakan, perbedaan harga tersebut disebabkan karena faktor biaya transportasi.

Ia mengatakan, daerah-daerah di Pulau Jawa-Bali tidak membutuhkan biaya transportasi terlalu besar dalam pengadaan tes PCR karena daerah tersebut adalah pusat perdagangan.

Kondisi itu berbeda dengan di luar dua pulau itu.

"Kalau di Jawa dan Bali yang merupakan pusat-pusat daripada perdagangan, pusat-pusat ini tidak membutuhkan biaya tranportasi yang tidak terlalu besar, tapi kalau misalnya laboratoriumnya berada di daerah luar Jawa-Bali, anggaplah Kalimantan, Sumatera, atau Papua, tentunya membutuhkan biaya transportasi," kata Kadir dalam konferensi pers secara virtual, Senin (16/8/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved