Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Olimpiade Tokyo Jadi Pelajaran Berharga untuk PON XX Papua: Kontingen Divaksin dan Taat Prokes

Kedua adalah sistem penyelenggara menggunakan sistem bubble artinya atlet hanya boleh dari tempat penginapan ke venue atau tempat pertandingan.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali 

Berawal dari arahan Bapak Presiden pada peringatan Hari Olahraga Nasional yang ke-37 kepada saya ditugaskan untuk mereview total ekosistem pembinaan olahraga.

Kita lahirkan sekarang grand design. Dari situ kita menetapkan olimpiade sebagai sasaran utama. Asian Games dan SEA Games sasara antara saja.

Kita harus cari, mana cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade dan memungkinkan ada potensi kita bisa berprestasi. Kita mencari cabang yang mengandalkan akurasi dan teknik.

Bagaimana pandangan Pak Menteri terkait izin penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 yang diberikan Polri mengacu pada penyelenggaraan Piala Menpora yang pernah dilaksanakan sebelumnya?
Pada saat penyelenggaraan pra musim turnamen Piala Menpora sebelum izin saya melakukan rapat koordinasi yang melibatkan PSSI, PT LIB, BNPB, Satgas Covid-19 dan Polri. Saya undang mereka, saya dengarkan pemaparan dari PSSI dan LIB seperti apa rencana kegiatan.

Dua hal saya tekankan rencana kegiatan dan penerapan prokes. Kita berkesimpulan kita bisa jalan. Sama halnya penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2, kompetisi yang menjadi harapan stakeholder sepakbola terutama masyarakat kita.

Waktu Piala Menpora menjadi penjamin karena kita lihat situasi sekarang sedang pandemi. Masyarakat kita terkurung di rumah dan mereka perlu tontonan sebagai hiburan. Dan hasil survei luar negeri rakyat Indonesia 70 persen suka bola.

Bayangkan kalau sepakbola tidak jalan. Dari pengalaman Piala Menpora ternyata kita bisa, suporter kooperatif tidak ada lagi nonton bareng. Mereka sudah tahu yang boleh masuk ke stadion hanya maksimal 299 orang walaupun kapasitasnya 20 ribu - 30 ribu orang.

Di awal-awal pertandingan persahabatan di Stadion Madya itu saya sampai pegang checklist. Saya cek tanya ke panitia bus pemain stop di mana terus ke mana dan dimana kamar gantinya. Jadi saya cek detail.

Saya ingin tunjukkan ke penyelenggara kalian jangan main-main saya pegang checklist sesuai pemaparan rakor. Minuman pemain juga tidak boleh bergantian. Memang agak boros tapi tidak apa-apa langsung buang. Saya mengawasi detail sampai seperti itu.

Kalau untuk menghindari arak-arakan bagaimana Pak Menpora?
Saya kira pengalaman kita setelah Piala Menpora ditutup ada yang meluapkan kegembiraan berlebihan di Jakarta. Dan juga ada yang meluapkan kekecewaan berlebihan di Bandung. Jadi yang menang selebrasi yang kalah ada mess klub dilempari dan sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved