Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Olimpiade Tokyo Jadi Pelajaran Berharga untuk PON XX Papua: Kontingen Divaksin dan Taat Prokes

Kedua adalah sistem penyelenggara menggunakan sistem bubble artinya atlet hanya boleh dari tempat penginapan ke venue atau tempat pertandingan.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali 

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akan mengadopsi aturan ketat ajang multi event Olimpiade Tokyo 2020 ke agenda event olahraga PON XX Papua. Ia menekankan ketaatan terhadap protokol kesehatan menjadi kata kunci agar kegiatan olahraga PON bisa berjalan lancar 2-15 Oktober mendatang. Berikut petikan wawancara khusus Menpora dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manajer Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat.

****************

Event Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi referensi untuk penyelenggaran PON 2021. Apa hikmah dari perhelatan di tengah pandemi?
Penyelenggara kegiatan olahraga baik itu single event maupun multi event di tengah Covid-19 tidaklah mudah. Tapi kita tetap bisa menyaksikan cepat, mampu dan sukses. Jadi kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020 merupakan sukses penyelenggara dan International Olympic Committee (IOC).
Pesertanya juga hadir semua. Tidak ada atlet yang dinyatakan lolos kualifikasi mengatakan tidak mau ikut. Jadi semua negara ikut ini seharusnya menjadi pelajaran buat kita. Menyelenggara di tengah pandemi itu bisa asalkan kita harus kreatif dan disiplin dengan protokol kesehatan.

Pertama prokes itu luar biasa ketat setiap hari mereka di tes saliva dan sebelum berangkat kita diminta recordnya. Tadinya saya mau berangkat sehingga seminggu sebelum berangkat harus tes PCR lalu dilaporkan ke panitia. Sampai tiba disana juga langsung masuk ke tempat yang sudah disiapkan.

Kedua adalah sistem penyelenggara menggunakan sistem bubble artinya atlet hanya boleh dari tempat penginapan ke venue atau tempat pertandingan. Memang disatu sisi ini membuat jenuh, terutama tim bulutangkis yang sudah jalan duluan.
Niatnya ingin menyesuaikan situasi tetapi dampak psikologis membuat jenuh, karena biasanya kalau normal bisa lihat warung kiri kanan, nah ini tidak bisa. Saya pun kalau jadi berangkat begitu hanya venue hotel, prosedur sangat ketat.

Ketiga setelah tanding tidak boleh lama-lama dua hari selesai pulang ke negerinya masing-masing. Hal ini bisa jadi pelajaran buat kita. Apalagi kalau pesertanya hanya antar warga bangsa sendiri. Ini tentu mudah kita berkomunikasi kasih pengertian tolong jaga bersama. Hikmah yang diambil dari penyelenggaraan Olimpiade di masa pandemi Covid-19.

Apakah sistem ini akan diadopsi ketika kita menggelar PON 2021 di Papua?
Saya sudah sampaikan ke penyelenggara kita bisa belajar dari Olimpiade Tokyo karena PB PON ini ketuanya Gubernur Papua. Jadi kami hanya memfasilitasi saja tidak ikut sampai detail.

Ada juga pengawasnya dari KONI. Yang paling utama kontingen dari provinsi lain harus benar-benar taat protokol kesehatan dan persyaratan yang diterapkan di Tokyo harus sudah divaksin. Paling tidak orang sudah divaksin dia datang sudah terlindungi. Walaupun kena, recoverynya cepat.

Pak Menteri punya keyakinan kuat penyelenggara bisa menerapkan SOP secara ketat?
Saya meyakini karena mereka tidak bekerja sendirian. Pihak TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, BNPB, semua masuk kesini. Ini bukan hanya tugas panitia saja. Semua bergerak di pos masing-masing dan sadar betul bahwa ini menyelenggarakan event di tengah pandemi.

Atlet kita berhasil memeroleh lima medali (1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu) di Olimpiade Tokyo 2020, apa yang bisa dipetik dari hasil ini?
Penyelenggaraan di tengah pandemi sangat berbeda saat kita menyiapkan atlet, baik ketika kualifikasi, maupun pertandingan. Dari apa yang kita hasilkan memang ini hasil dari pembinaan kita selama ini. Artinya kita masih bertumpu pada cabang olahraga tertentu. Dari olimpiade ke olimpiade ini konsisten dari cabor bulutangkis dan angkat besi. Ke depan kita tidak bisa lagi seperti itu, kita harus memperluas basis-basis prestasi.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved