Breaking News:

Dituduh Ada Politisasi Saat Minta Sumbangan di Lampu Merah Untuk PON, Begini Kata Pelatih Anggar

Aksi Atlet Pelatih menggalang donasi turun ke jalan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Jumat (13/8/2021) tak ada tunggangan politis melainkan dari hati

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
tangkap layar Facebook
Pelatih kepala cabor anggar Sumsel PON XX Lukman Ahmady pada Talk live Win-win solution kisruh atlet dan KONI Sumsel bersama Sriwijaya Post-Tribun Sumsel, Senin (16/8/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---- Pelatih kepala cabor Anggar Sumsel PON XX Lukman Ahmady menyatakan aksi Atlet-Pelatih menggalang donasi pembelian peralatan pertandingan dengan turun ke jalan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Jumat (13/8/2021) tak ada tunggangan politis melainkan murni hati nurani Atlet-Pelatih. 

"Karena tidak ada bayangan solusi dari pengurus KONI cukup tidak cukup hanya ada anggaran Rp 1 miliar yang digunakan, maka kami cari usaha lain yakni menggalang dana dari masyarakat."

"Ini murni dari hati nurani Atlet-Pelatih untuk mengatasi dari cara halal agar prestasi tetap naik," ungkap Lukman Ahmady pada Talk live Win-win solution kisruh atlet dan KONI Sumsel bersama Sriwijaya Post-Tribun Sumsel, Senin (16/8/2021). 

Talk live yang dipandu langsung oleh Kepala News Room Hj L Weny Ramdiastuti ini, pelatih anggar juga menyebutkan pemicu lainnyanya. 

"Dirasakan pula oleh Atlet-Pelatih uang pembinaan mereka sudah sangat terlambat. Sehingga berharap bagaimana mendapatkan dana tambahan. Ini murni untuk melengkapi. Tidak ada seperti dikatakan ditunggangi politis," bebernya. 

Ia memaparkan pada waktu pertemuan dengan pengurus KONI Sumsel untuk bantuan peralatan pertandingan dirasakab anggaran Rp 120 juta setiap cabor, itupun dipotong pajak hanya Rp 80 juta sangat tidak memadai. 

"Paling itu untuk beli bajunya saja. Yang dialokasikan tidak mencukupi," paparnya.

Pasca aksi turun ke jalan, dan sempat ditanggapi dari Ketua Umum KONI H Hendri Zainuddin SAg SH yang menyebut ada tunggangan politis, Atlet-Pelatih pelatih yang tadinya melakukan aksi penggalangan donasi pun colling down. 

"Kalau dibilang memanas, sekarang ini justru sudah dingin. Kita colling down menunggu dari pengambil kebijakan. Sekarang berhadap-hadapab atasan dengan bawahan. Anak dengan orangtua harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Perlu dilakukan pendekatan yang bisa diterima," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KONI Sumsel Hendri Zainuddin menjelaskan, untuk pertandingan PON baru dimulai Oktober mendatang.'

Saat ini lagi proses pengadaan alat pertandingan tersebut.

“Kecuali besok bertanding tidak ada alat, aksi Ini saya lihat ada nilai politis. Mau membikin malu nama seseorang, hingga nama daerah sendiri, ini sungguh memalukan bagi seorang patriot olahraga,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved