Breaking News:

Truck Bermuatan Sawit Terjun Bebas dari Jembatan Darurat Lintas Baturaja Peninjauan

Truck bermuatan buah sawit dari arah Peninjauan kearah Baturaja yang nekad melewati jembatan darurat yang licin akhirnya jatuh

Penulis: Leni Juwita | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Polsek Lubuk Batang
Truck BG 4477 FB dikendarai Bahrun (40) yang melintas di Jalan Lintas Baturaja Peninjauan Desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKU mengangkut buah sawit jatuh dari jembatan darurat tanpa pagar pengaman samping kiri dan kanan. Jatuhnya truk tadi karena lantai jembatan licin pasca diguyur hujan, Minggu (15/8/2021). 

SRIPOKU.COM, BATURAJA -- Truck bermuatan buah sawit dari arah Peninjauan kearah Baturaja yang nekad melewati jembatan darurat yang licin akhirnya terjun benas dari jembatan, Minggu (15/8/2021).

Menurut informasi  kecelakaan tunggal ini terjadi pukul 07.45 di jembatan darurat Jalan Lintas Baturaja Peninjauan Desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Propinsi Sumatera Selatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaaan lalu lintas , namun truck Nomor polisi (Nopol) BG 4477 FB  kuning yang dikemudikan oleh Bahrun (40)  jatuh ke bawah jembatan.

Sedangkan sopir truck hanya mengalami luka ringan.

Truck sarat muatan kelapa sawit ini terjun bebas kebawah jembatan darurat yang memang dalam kondisi licin setelah diguyur hujan lebat.

Jembatan darurat yang digunakan untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor ini memang  belum dipasang  pembatas dipinggir jembatan .

Kasus kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Lubuk Batang ini sudah ditangan anggota polisi.

Kapolres OKU AKBP Danu Agus Pramono SIk didampingi Kapolsek Lubuk Batang AKP Hariyanto SH melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Mardi Nursal  yang dikonfrimasi via telepon menjelaskan, kasus ini sudah ditangani polisi.

Berdasarkan catatan sripoku.com, jembatan darurat ini diresmikannya pemakaian jembatan darurat  oleh Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan H  Darma Budhi ST SH MT pertengahan bulan November 2020.

Pembangunan jembatan darurat Airaman untuk mengatasi kendala lalu lintas pasca jembatan permanen Airaman amblas tanggal 23 Oktober lalu. 

Khusus armada  dengan tonase lebih dari 3 ton dilarang melewati jembatan darurat demi kepentingan bersama agar jembatan darurat ini bisa bertahan sampai pembangunan jembatan permanen yang baru terealisasi.

Sayangnya banyak truck angkutan sawit melebih tonase  yang sering memaksakan diri melintasi jembatan darurat sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas tersebut. (eni)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved