Breaking News:

Lapor Mang Sripo

Sekolah Negeri Terima Siswa Melebihi Kapasitas

Dari pengalaman tahun lalu, ada se­kolah negeri yang menerima siswa melebihi kapasitas sekolah yang ada. Akibatnya banyak se­kolah swasta yang tidak..

Penulis: Mat Bodok | Editor: Bejoroy
dok/diknas DKI
Ilustrasi. 

Kepada Yth Bapak Gubernur Sumsel. Saat sedang berlangsung proses Penerima Peserta Di­dik Baru (PPDB) SLTA meliputi SMK, SMA dan MA.

Dari pengalaman tahun lalu, ada se­kolah negeri yang menerima siswa melebihi kapasitas sekolah yang ada. Akibatnya banyak se­kolah swasta yang tidak kebagian siswa alias menurun jumlahnya.

Yang ingin kami tanyakan, a­pakah ada arah kediknasan atau membolehkan hal demikian kepada sekolah negeri meski ka­pa­si­tas sudah melebihi. Kalau ada, meski tidak resmi, dimana peran Diknas membina sekolah–se­ko­lah swasta untuk sama-sama tumbuh dengan sekolah negeri. Sebab, tidak sedikit jumlah sekolah swasta yang justru output-nya lebih baik dari sekolah negeri.

Kiranya ini menjadi perhatian Pak Gu­bernur agar PPDB tahun ini dilakukan pengontrolan di lapangan. Terima kasih 08216532xxxx.

Baca juga: Memo Pejabat Untuk Penerima Peserta Didik Baru (PPDB)

Baca juga: PPDB Tahun Ajaran 2021/2021, Hari Ini Ratusan Pelajar Ikuti Tes Akademi untuk Diterima di SMAN 3 OKU

Jawaban:
Selalu Mensupport Sekolah Swasta

Terima kasih khususnya untuk surat pembaca di Sriwijaya Post. Tentunya surat pembaca itu ke­luar dari pihak Yayasan. Selama ini tentunya Diknas Pendidikan tetap mensupport, mendukung sekolah–sekolah NEGERI maupun SWASTA yang baik dan berkualitas. Untuk diketahui, me­nerima peserta didik baru, siswa dan siswi ada aturan dan juknisnya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Perlu diketahui, kalau wali murid dan siswa tidak mau bersekolah di swasta tidak bisa kita pak­sa­kan. Walaupun di sekolah swasta itu lebih bagus dari pada sekolah di negeri. Tentunya wali mu­rid dan siswanya memiliki pilihan tersendiri dan bisa membuat mereka nyaman karena sekolah di negeri tentunya tidak ada biaya semua gratis. Tapi kalau di swasta sekolahnya pasti bayar. Se­bab itu, orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya di swasta.

Lebih jelas kalau wali murid tetap memaksakan anaknya sekolah ke negeri ada beberapa faktor yakni, tidak bisa dipaksakan masuk sekolah swasta, karena di sekolah swasta pasti ada ba­ya­ran­nya. Untuk swasta yang berkualitas kalau siswa tidak membayar sekolah pasti dikejar dan nilai a­tau ijazahnya di tahan. Tetapi kalau di negeri tidak seperti itu. Oleh karena itu, wali murid me­maksakan sekolah di negeri. Mengenai sekolah swasta yang kurang murid, disarankan agar orangtua murid dan wali di­arahkan sekolah di swasta kalau memang yayasan berkenan sekolah digratiskan.

Masalah pengawasan tetap dilakukan pengawasan di setiap sekolah-sekolah dilakukan hanya saja, orangtua dan siswa masih enggan masuk sekolah yang swasta kita arahkan atau kita be­bas­kan untuk memilih sekolah swasta lainnya. Untuk itu, sekolah negeri jika masih memungkinan ruangan ada sesuai dengan kouta, tentu akan dipertimbangkan oleh kepala sekolah. Dan ini tidak hanya SMA sederajat berlakukan, tetapi tingkat SMP, SD sederajat juga memperlakukan sesuai dengan ketentuan dan juknis yang ada.

Pihak sekolah negeri yang selalu dikatakan memborong murid itu tidak benar, Diknas Pen­didikan Provinsi tetap melakukan pengawasan setiap sekolah. Tidak bisa kita paksakan wali mu­rid atau siswa, jika tidak mau tak bisa paksakan sekolah di swasta, berarti tingkat pelayanan yang diragukan.

Jadi intinya dari pada anak putus sekolah lebih baik sekolah negeri wajib di menampungnya. Dan Pemerintah wajib menampung, baik itu jenjang, SD, SMP, SMK sederajat. Kalau negeri ti­dak ada sejarahnya anak putus sekolah. Pihak sekolah swasta yang kekurangan siswa, atau ku­rang peserta didik baru, segera berbenah dan perbaiki lingkungan sekolah agar menjadi pilihan, sekolah favorit anak didik baru kedepannya. (mbd)

Drs H Reza Fahlevi MM
Kadisdik Provinsi Sumsel

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved