Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Harnojoyo Masih Pertimbangkan Masuk Mal di Palembang Gunakan Kartu Vaksin

"Dari negara produsen vaksin jumlahnya terbatas karena banyak juga yang butuh, apalagi masyarakat kita belum semua yang divaksin,

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Walikota Palembang, H Harnojoyo saat dijumpai di Rumah Dinas Walikota Palembang, Jumat (18/6/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku. com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Walikota Palembang, Harnojoyo, masih mempertimbangkan penggunaan kartu vaksin saat masuk mal di Kota Palembang.

Penyebabnya adalah, capaian vaksinasi di Kota Palembang baru 28 persen.

Menurut Harno, capaian tersebut masih jauh dari targetnya yakni minimal 50 persen.
Belum lagi, persoalan stok vaksin yang didapatkan Pemkot Palembang juga masih terbatas jumlahnya.

"Dari negara produsen vaksin jumlahnya terbatas karena banyak juga yang butuh, apalagi masyarakat kita belum semua yang divaksin," Katanya, Selasa (10/8/2021).

Harnojoyo mengatakan, pada prinsipnya kebijakan penerapan saat masuk mal harus tunjukkan kartu vaksin sebagai motivasi agar masyarakat agar mau divaksin.

Namun, kondisinya saat ini masyarkat juga antusiasme sudah meningkat tapi kendala stok vaksin yang tak bisa mengcover semua untuk divaksin

"Makanya akan kita lihat nanti, yang penting sekarang protokol kesehatan dulu kuncinya. Sekarang masih 28 persen capaian vaksinasi artinya masih banyak yang belum divaksin target saya minimal 50 persen capaian ini," Katanya.

Berdasarkan data Dinkes Palembang, Total Vaksinasi 1 di Palembang baru berjumlah 350.131 atau 28,22 persen.
Sedangkan, Total Vaksinasi 2 Baru 17,53 persen dari total sasaran vaksin 1,2 juta jiwa.

Sementara itu, dalam Surat Edaran Walikota Palembang nomor NOMOR 33/SE/DINKES/2021 untuk supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan
kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen); dan untuk apotik dan toko obat dapat buka selama 24 (dua puluh empat) jam.

"Sesuai inmendagri 31 tahun 2021, masih ditutup sementara kecuali akses/untuk ke supermarket, resto dan apotik," Ujar Kabag Hukum Pemkot Palembang, Allan Gunery SSTP SH.

Allan menjelaskan, pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan/handsanitizer;

Sedangkan, rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan ditempat (dine-in), dengan kapasitas 25% (dua puluh lima persen) dan menerima makan dibawa pulang/delivery/take away dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

Serta, restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in).(yak)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved