Breaking News:

Liputan Khusus

Cerita Pendonor Plasma Konvalesen di Palembang, Proses Lama tapi Yang Penting Niat

Menurut Najamudin, paling lama proses 4 jam, bahkan saat awal dirinya bisa memakan waktu setengah harian.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Ilustrasi plasma konvalesen 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Aktivis donor darah, Najamudin mengatakan, sejak dibentuknya gerakan donor darah plasma konvalesen setidaknya ada peningkatan atau semangat bagi penyintas Covid-19 untuk membantu antar sesama.

"Alhamdulilah sejak kami bentuk ini, memang usia gerakan atau komunitas ini masih baru. Sejak awal dibentuk ada satu hingga dua orang setiap hari ingin menyumbangkan darahnya."

"Namun, memasuki bulan Juli lalu mulai banyak setiap hari bisa sampai hingga 10 orang perhari," katanya.

Najamudin juga menceritakan pengalamannya sendiri yang juga pendonor darah konvalesen.

Usai bulan April lalu ia dinyatakan positif, setelah sembuh dan bisa mendonorkan darah. ia pun melakukan donor darah plasma konvalesen untuk pertama kalinya.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen jadi Kebutuhan, tapi Syarat Berat: Tanamkan Jiwa Utang Darah

"Saya memang niatkan hati untuk mendonor darah pasca dinyatakan sembuh, ketika itu masih belum banyak yang membutuhkan dan saya sampai tiga kali donor karena sudah terbiasa menyumbangkan darah," jelas dia.

Dari sanalah, ia pun tergerak membuat grup bagi penyintas Covid-19 untuk bisa membantu sesama yang membutuhkan.

"Anggota kita saat 50 sampai 60 orang. Memang kendala bagi pendonor ini yakni waktu proses donor darah yang lama, beda dari donor darah biasanya," jelas dia.

Menurut Najamudin, paling lama proses 4 jam, bahkan saat awal dirinya bisa memakan waktu setengah harian.

"Tapi apapun itu yang penting niat. Namun kendala terbesar lainnya yakni harus menyertakan hasil tes PCR negatif dan banyak yang isoman ini kesulitan."

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved