BPR Palembang Raih Mata Lokal Award Kategori BUMD Terbaik 2 di Sumsel
Bank BPR Palembang meraih penghargaan bergengsi Mata Lokal Award dengan kategori BUMD peringkat dua terbaik Sumsel
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang meraih penghargaan bergengsi Mata Lokal Award dengan kategori BUMD peringkat dua terbaik Sumsel.
Penghargaan Mata Lokal Award tersebut dipersembahkan Tribun Sumsel - Sriwijaya Post pada HUT ke-9 Tribun Sumsel yang diselenggarakan secara virtual di Graha Tribun, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, pada Jumat (2/7/2021).
Kegiatan dihadiri Ceo Tribun Network Dahlan Dahi, Gubernur Sumsel Herman Deru, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan ketua BPK RI Agung Firman Sampurna secara virtual.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Newsroom Head Office Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Hj Weny Ramdiastuti secara virtual kepada Direktur Utama BPR Palembang Syafril.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang berhasil meraih mata lokal award karena menorehkan prestasi bagus di masa kondisi perekonomian yang menantang akibat terdampak pandemi.
BPR Palembang membukukan total aset tahun 2020 naik 7,84 persen atau Rp 6,2 miliar menjadi Rp 86,18 miliar dibanding 2019 sebesar Rp 79,91 miliar.
Selain itu Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 7,81 persen tahun 2020 menjadi Rp 35,85 miliar dibanding tahun 2019 sebesar Rp 33,25 persen.
Dana pihak ketiga yang bersumber dari tabungan juga naik meski tipis tumbuh 0,66 persen dari jumlah 6,43 persen tahun 2019 menjadidi 6,48 persen tumbuh 0,66 persen tahun 2020.
Pertumbuhan signifikan terlihat dari deposito naik 9,35 persen 2019 yakni Rp 26,81 miliar menjadi Rp 29,37 miliar atau tumbuh 9,35 persen tahun 2020.
Torehan positif juga terlihat dari aktiva produktif yang tumbuh menjadi 59,42 persen 2019 Rp 7,772 miliar jadi Rp 85,05 miliar
Dari sisi aktiva produktif tercatat tumbuh 9,42 persen dari 2019 Rp 7,772 miliar tahun 2019 menjadi Rp 85,05 miliar tahun 2020.
Pertumbuhan aktivita produktif kredit ke masyarakat juga tumbuh 0,56 persen dari Rp 59, 49 miliar tahun 2019 menjadi Rp 58,82 miliar tahun 2020.
"Dana ini ditempatkan pada dana antar bank karena awal tahun 2020 lalu Covid sudah melanda tanah air sehingga penyaluran kredit ditahan karena berpedoman pada ketentuan bahwa UKM yang dibantu harus ada usahanya dan memiliki prosfek menjanjikan.
Sedangkan saat pandemi usaha banyak tutup karena terdampak Covid sehingga dana ditempatkan pada bank lain agar tetap produktif dan bisa mengalokasikan dana untuk penyaluran pembiayaan tahun selanjutnya (2021).
"UKM juga menahan diri mengajukan pinjaman karena khawatir tidak bisa membayar karena kondisi perekonomian yang belum stabil," jelas Syafril, saat diwawancarai, Selasa (10/8/2021).
Dari sisi pengelolaan aset 2020 tumbuh 9,66 persen dari Rp 13,38 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 14,68 miliar pada tahun 2020.
Dari sisi laba rugi bank mencatat kinerja baik karena 2019 lalu tercatat rugi Rp 462 juta tapi tahun 2020 justru menorehkan laba Rp 569 juta.
"Alhamdulilah upaya direksi bersama jajarannya membuat kinerja BPR Palembang bisa eksis dan peningkatan efektif aset naik, DPK naik, dan aktivita produktif, pendapatan naik dan laba juga naik," tambah Syafril.
Syafril mengatakan tahun 2020 yang sulit karena terpaan pandemi BPR Palembang berhasil menorehkan prestasi bagus karena menjadi bank dengan kinerja baik kategori sehat.
Sementara itu tahun kinerja BPR semester pertama 2021 tercatat aset minus 6,5 persen atau Rp 90,35 miliar pada Juni 2019 menjadi 2021 Rp 88,28 miliar pada Juni 2021.
Aset turun karena efektiftas dana Deposito yang ada di BPR diturunkan suku bunganya karena penyaluran kredit tidak berjalan lancar sehingga dana dengan beban tinggi diturunkan.
Ini sebagai salah satu upaya efisiensi yang dilakukan BPR agar bank tetap berjalan sehat dan bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin dalam terkoreksi dampak pendemi.
DPK juga turun Rp 44,69 miliar Juni 2020 menjadi Rp 41,2 miliar Juni 2021.
Dilihat struktur dana deposito Juni 2020 Rp 37,7 miliar dan Juni 2021 Rp 34.1miliar turun 7,81 persen.
Sementara itu dana tabungan Juni 2020 Rp 6,98 miliar menjadi Rp 7,06 miliar atau naik 1,15 persen.
Dari sisi aktiva produktif Juni 2021 Rp 97,27 miliar turun 2,71 persen dibanding Juni 2020.
Aktiva turun karena dana antar bank turun Juni 2020 terhadap Juni 2021 Rp 33,26 miliar menjadi Rp 29,22 miliar atau turun 12,14 persen.
"Aktiva produktif kita geser pada kredit sehingga kredit tumbuh 2,59 persen Juni 2021 Rp 60,69 miliar terhadap Juni 2020 Rp 59,16 miliar," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pegawai-bpr-palembang.jpg)