Breaking News:

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Panggung Jadi Arang

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian dipastikan puluhan juta rupiah, Minggu (8/8/2021) sekira pukul 08.30 kemarin.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ari
Petugas pemadam kebakaran dikawal oleh pihak kepolisian Polsek Lembak Muara Enim berusaha untuk memadamkan api yang membakar rumah panggung semi permanen, Minggu (8/8/2021) 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Diduga dari korsleting listrik, satu unit rumah panggung semi permanen milik Ardono (34) warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, hangus terbakar.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian dipastikan puluhan juta rupiah, Minggu (8/8/2021) sekira pukul 08.30 kemarin.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran rumah panggung yang kosong berukuran  7 x 12 meter persegi tersebut, bahwa sudah tiga tahun terakhir sudah tidak ditempati oleh pemiliknya.

Namun pemiliknya sesekali masih datang melihatnya untuk membersihkan dan memastikan listrik tetap hidup.

Dan ketika kejadian, awalnya tetangga korban sendiri tidak menyadari api membakar rumah milik korban karena kondisi perkampungan sedang sepi.

Tiba-tiba api dengan cepat langsung membesar melahap dinding rumah yang terbuat dari papan kayu yang sudah berumur kurang lebih 34 tahun.

Melihat hal tersebut, wargapun meminta bantuan pemadam kebakaran satu unit milik PT Seleraya Belida Darat serta satu unit dari Kota Prabumulih.

Setelah berjibaku, api baru bisa dipadamkan sekira pukul 10.00.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny A Sianipar SIk melalui Kapolsek Lembak AKP Sigit Widodo SH MH membenarkan, adanya kebakaran tersebut yang menghanguskan satu unit rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Akibat kebakaran tersebut, bersyukur tidak ada korban jiwa karena rumah kondisi kosong, lantaran sejak tiga tahun terakhir rumah tidak ditempati, hanya sesekali dilihat oleh pemiliknya.

Api bisa dipadamkan sekitar pukul 10.30 setelah dua unit PBK datang, api diduga akibat konsleting listrik.

Akibat kebarakan tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. (ari)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved