Profil Selebriti
Profil Afrizal Anoda, Pemeran Pak RW di Sinetron Tujuh Belas Plus (17+), Penulis dan Wartawan
Lantas siapa Afrizal Anoda Pemeran Pak RW di Sinetron Tujuh Belas Plus (17+)? Berikut profilnya
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Selain Sinetron Badai Pasti Berlalu dan Sinetron Ikatan Cinta yang sedang hangat diperbincangkan, ada juga sinetron yang menjadi perhatian publik, yakni Sinetron Tujuh Belas Plus (17+).
Selain kisahnya yang semakin menarik dan kocak, para pemainnya juga mencuri perhatian.
Salah satunya adalah pemeran Pak RW yang diperankan Afrizal Anoda.
Lantas siapa Afrizal Anoda Pemeran Pak RW di Sinetron Tujuh Belas Plus (17+)?
Berikut Profilnya.
Melansir Wikipedia, Pemilik nama lengkap Afrizal Anoda ini lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, 11 April 1952.
Afrizal Anoda merupakan seorang aktor, penulis dan wartawan Indonesia keturunan Minangkabau, Sumatera Barat.
Afrizal Anoda telah menerima banyak penghargaan, termasuk nominasi untuk tiga Piala Citra Festival Film Indonesia.
Baca juga: Profil Cholidi Asadil Alam, Pemeran Ustaz di Sinetron Tujuh Belas Plus (17+), Sepupu Imam Nahrawi
Perjalanan Karir
Setelah tamat SMA di Sawahlunto melanjutkan kuliah ke Akademi Teater di Institut Kesenian Jakarta tahun 1973 hingga tamat pada tahun 1978.
Setelah beberapa tahun aktif sebagai reporter Seni Budaya, juga aktif dalam kegiatan drama dan tari, ia dapat kesempatan berkiprah di dunia film lewat Suci Sang Primadona (1977) sebagai penata busana.
Dan tahun 1979, mulai debut sebagai aktor dalam filmSepasang Merpati, dan disusul film-film berikutnya.
Aktivitas sebagai reporter terus dilakoninya, jika tidak lagi terlibat dalam produksi film maupun sinetron.
Tahun 1993 bergabung dengan RCTI sebagai News Producer sampai 1999.
Sebagai Penulis, puisi-puisi, cerpen, dan esainya dimuat di berbagai media Ibu kota. Antara lain, Horison dan Sinar Harapan.
Penghargaan
1991
Unggulan di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Pemeran Pembantu Pria Terbaik
Penghargaan: Piala Citra
Pada film: Ketika Dia Pergi
1987
Unggulan di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Aktor Pembantu Terbaik
Penghargaan: Piala Citra
Pada film: Naga Bonar
1985
Unggulan di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Pemeran Pembantu Pria
Penghargaan: Piala Citra
Pada film: Ranjau-Ranjau Cinta
Film
Sepasang Merpati
Yang
Ranjau-Ranjau Cinta
Damai Kami Sepanjang Hari
Pertunangan
Kasmaran
Nagabonar
Cintaku di Rumah Susun
Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat
Omong Besar
Ketika Dia Pergi
Makelar Kodok Untung Besar
Pengantin
Pedang Naga Pasa
Tutur Tinular II (Naga Puspa Kresna)
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
The Last Barongsai
Sinetron
Si Doel Anak Sekolahan (1996)
Tukang Bubur Naik Haji the Series (2015-2017)
Buaya Putih (2017-2018)
Istri-Istri Akhir Zaman (2019)
Jangan Panggil Gue Pak Haji (2019)
17+ (2021)
FTV
Finding Neno (2017)
Azab: Hancurkan Masjid, Anak Durhaka Mati Tertimbun Dan Jenazahnya Tidak Mau Menghadap Kiblat
Azab: Bumi Menimbun Jasad Anak Yang Kurangajar Pada Orang Tuanya
Baca juga: Kalah Pamor, Pemain Sinetron 17+ Dioper ke Sinetron Buku Harian Seorang Istri & Badai Pasti Berlalu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/afrizal-anoda.jpg)