Breaking News:

Berita Muara Enim

Nasib Petani Jeruk California di Muara Enim, Jeruk Banyak Busuk Karena Pintu Ekspor Ditutup

Menurut warga Sumakja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, penyebabnya karena pemasaran ekspor terhenti dampak dari pandemi Covid-19.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
sripoku.com/ardani
Tampak petani jeruk California di Muara Enim, Maawiyah (70), memetik buah jeruk California yang masak sebelum jatuh busuk. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Seorang petani jeruk California di Muara Enim, Maawiyah (70), menyebut jeruknya kini banyak yang busuk.

Menurut warga Sumakja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, penyebabnya karena pemasaran ekspor terhenti dampak dari pandemi Covid-19.

Biasanya, permintaan buah jeruk California diekspor ke Timur Tengah.

"Kemarin harganya Rp 15 ribu per kilogram, kalau sekarang Rp 10 ribu per kilogram sudah syukur ada yang beli. Kadang-kadang buah banyak yang jatuh sendiri karena busuk kematangan," kata ayah empat anak ini.

Saat ini, lanjut Maawiyah, ia hanya memanen jeruknya jika ada permintaan saja. Sebab jika dipanen dahulu tentu akan lebih cepat busuk bila dibandingkan tetap di pohon buahnya.

Selain itu, ia mulai menggunakan sosmed untuk menjual jeruknya dan kadang-kadang ke tetangganya.

Daftar Nama Empat Paskibraka Muara Enim yang Jadi Anggota Paskibraka Sumsel di HUT RI ke-76

Masih dikatakan Maawiyah, sebenarnya masyarakat banyak yang belum tahu saja khasiat dan kegunaan jeruk California.

Sebab jika tahu tentu mereka akan mencarinya, karena jeruk California ini sangat digandrungi orang timur tengah, mulai untuk minuman juz, juga untuk obat karena banyak mengandung vitamin C, bahan herbal kecantikan dan lainnya.

Apalagi musim pandemi Covid-19 ini, diet, kebutuhan vitamin C sangat diutamakan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved