99 Persen Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Simpang Priuk Lock Down Sampai 17 Agustus

Sebanyak 3o orang nakes atau 99 persen terpapar Covid-19, menyebabkan puskesmas Simpang Periuk tutup hingga 17 Agustus 2021

Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/ho
Pengumuman Tutup: Puskesmas Simpang Periuk Kecamatan Lubuk Linggau Selatan tutup sementara, menyusul puluhan tenaga kerja kesehatannya terpapar Covid-19 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) terus terjadi.

Bahkan Puskesmas Simpang Periuk di  Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, harus ditutup sementara karena 99 persen tenaga kesehatannya terpapar Covid-19.

Poster pemberitahuan lock down  terlihat dipasang di pagar masuk depan Puskesmas Simpang Periuk. 

Dalam poster itu tertulis Puskesmas Simpang Periuk ditutup sejak hari ini (Rabu, 4/8/2021) sampai dengan Selasa (17/8/2021) atau tepat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 mendatang. 

Penutupan Puskesmas ini menyusul puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas itu positif terpapar Covid-19.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengungkapkan  saat ini para nakes di puskesmas tersebut tengah menjalani isolasi, ada yang melakukan isolasi mandiri (isoman) dan ada juga diisolasi di Bandiklat.

"Insyallah semuanya tanpa gejala ya, rata -rata semuanya gejala ringan," kata Nanan pada wartawan usai acara launching kampung tangguh bersih narkoba di Patok Besi, Rabu (4/8/2021).

Nanan menyebutkan, totalnya kurang lebih ada 30 orang nakes yang terpapar. Dampaknya saat ini layanan di Puskesmas untuk masyarakat ditutup sementara sampai batas waktu yang tak ditentukan.

"Termasuk pelayanan vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan terpaksa tertunda sementara waktu," ungkapnya.

Nanan mengatakan, saat ini kondisi Covid-19 di Kota Lubuklinggau masih cukup tinggi walau pun beberapa hari kemarin mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun Selasa (3/8/2021) kemarin 31 orang terpapar dan sudah menjalani isolasi.

"Sementara total yang melakukan isolasi mandiri lebih kurang mencapai 200 orang, sedangkan yang ditangani di rumah sakit saat ini mencapai 100 orang," katanya.

Nanan mengungkapkan mengapa banyak masyarakat Lubuklinggau melakukan isolasi mandiri dan tidak mau dirawat di rumah sakit karena banyak yang mulai khawatir tidak bisa tertangani dengan baik.

"Tapi kalau sudah parah baru mau ke rumah sakit, ini yang kadang terjadi, harusnya mumpung belum parah cepat ditangani, sekarang banyak kejadian sudah sesak nafas baru ke rumah sakit, akibatnya fatal," ungkapnya. (Joy) 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved