ISOMAN Dijamin Bisa Lebih Cepat Pulih atau Sembuh dari Positif Covid-19, Ini Tipsnya!

Dari total kasus aktif yang terjadi di Kota Palembang, 80 Persennya berdasarkan data Dinas Kesehatan menjalani perawatan di rumah atau isolasi mandiri

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Rahmaliyah
Walikota Palembang, H Harnojoyo saat mengecek pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri dirumah belum lama ini 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Dari total kasus aktif yang terjadi di Kota Palembang, 80 Persennya berdasarkan data Dinas Kesehatan menjalani perawatan di rumah atau isolasi mandiri (isoman)

Dinas Kesehatan Kota Palembang mengingatkan agar pasien COVID-19 dapat mematuhi protokol isoman selama di rumah. Ini dimaksudkan agar pasien COVID-19 bisa cepat pulih kembali. 

Kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan pasien COVID-19 diharapkan untuk selalu memeriksa suhu tubuh pagi dan sore, memeriksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi, pantau laju pernapasan dan berikan makanan bergizi. 

"Itu beberapa protokol yang wajib dijalani pasien, alat yang perlu disediakan di rumah yakni Termometer dan Oxymeter, " Katanya, Minggu (1/8/2021). 

Tak hanya itu, sebagai terapi mengonsumsi vitamin C, D dan Zn atau obat yang di anjurkan dokter bisa membantu pemulihan kondisi tubuh.

Pasien jangan ragu untuk menghubungi pelayanan Kesehatan terdekat untuk bimbingan pemantauan mandiri. 

"Lama perawatan ini tergantung apakah pasien bergejala atau tidak. Jika tanpa gejala maka 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif. Bila gejala ringan maka masa isolasi yakni 10 hari sejak timbul gejala minimal tiga hari bebas gejala, " ungkap Yudhi.

Dengan syarat, isolasi mandiri dapat dilakukan bila pasien tidak bergejala atau asimptomatik, gejala ringan dan lingkungan rumah/kamar yang memiliki ventilasi yang baik. Karenanya, bagi mereka yang sedang isoman diharapkan memiliki kamar dan kamar mandi yang terpisah dari anggota keluarga lain 

"Usahakan punya kamar mandi yang berbeda, saat kontak dengan keluarga gunakan masker dan jaga jarak dari anggota keluarga lain," Katanya 

Yudhi menambahkan, masyarakat juga bisa mengenali gejala COVID-19 dengan deteksi dini. Yakni, jika tanpa gejala frekuensi napas 12-20 kali per menit dengan saturasi kurang lebih 95 persen. 

Namun, untuk gejala ringan yang bisa dirasakan yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, batuk umumnya batuk kering ringan, kelelahan, anoreksia, kehilangan indra penciuman atau anosmia, kehilangan indra pengecapan atau ageusia, mialgia dan nyeri tulang, mual muntah dan nyeri perut, diare, radang atau iritasi mata, kemarahan pada kulit serta saturasi kurang dari 95 persen.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved