Breaking News:

Virus Corona

Terima Kasih Itu Sudah Cukup, Kisah Yani, Wanita Tangguh yang Siang-Malam Makamkan Jenazah Covid-19

"Kita tidak berharap apa-apa. kalau ada keluarga yang mengucapkan terima kasih, itu sudah cukup," kata dia.

Editor: Yandi Triansyah
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas menunggu kedatangan peti jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/6/2021). (Foto hanya ilustrasi) 

SRIPOKU.COM - Usia sudah hampir setengah abad, namun ketangguhan perempuan satu ini tak perlu diragukan lagi.

Nuryani, begitu ia disapa, siang malam, tak mengenal waktu, demi bertugas menguburkan pasien Covid-19.

Ibu tiga anak itu, saat subuh baru bisa pulang ke rumah.

Begitulah keseharian Nuryani, relawan pemulasaraan pasien Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Sehari bisa memakamkan empat sampai enam orang," kata Nuryani, Sabtu (31/7/2021) dikutip Sripoku.com dari Kompas.com.

Wanita yang kerap disapa Yani ini harus stand by selama 24 jam, sebab sebagai relawan pengubur jenazah, sudah menjadi tugas dan kewajibannya , untuk memakamkan pasien Covid-19.

"Kalau lokasinya jauh, kita harus pulang subuh," kata dia.

Terkadang saat hendak mau tidur malam hari, dirinya mendapat panggilan, untuk mengurus jenazah.

Yani bertugas bersama timnya, mengurus jenazah Covid-19 mulai dari memandikan, mengafani dan membungkus jenazah dengan plastik.

Tidak sampai disitu saja, Yani juga bertugas memasukan jenazah ke peti dan lalu menguburkannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved