Breaking News:

Tak Tahu Wajib Bawa Sertifkat Vaksin di Pelabuhan TAA, Pasutri Hampir Tak Bisa Temani Anak Operasi

"Saya di Bangka kemarin, sempat terpapar dan isoman. Sudah sembuh, tetapi tidak diberikan bukti bila sudah sembuh dari Covid-19,"

Editor: Refly Permana
kompas.com
Ilustrasi sertifikat vaksinasi Covid-19 

Penulis: Ardi

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Calon penumpang Hariyadi, sempat bingung untuk menyeberang lantaran tidak dapat menunjukan sertifikat vaksin saat di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin, Sabtu (31/7/2021).

Hariyadi bersama istrinya mendesak harus pulang ke rumahnya di Bangka lantaran anaknya harus menjalani operasi. Sehingga, mau tidak mau ia harus segera pulang agar anaknya cepat dioperasi.

"Saya di Bangka kemarin, sempat terpapar dan isoman. Sudah sembuh, tetapi tidak diberikan bukti bila sudah sembuh dari Covid-19.

Kembali bekerja ke Palembang, ternyata dapat telepon dari orangtua bila anak saya harus operasi. Makanya, saya putuskan untuk kembali lagi ke Bangka. Tidak tahu, kalau harus tunjukan sertifikat vaksin," ungkapnya.

Bingung karena anaknya dikembalikan ke rumah, lantaran belum ada yang bisa menjamin bisa dilaksanakan operasi membuatnya pulang ke Bangka.

Ia berharap, dengan ia dan istrinya pulang bisa segera mengambil tindakan agar anaknya bisa menjalani operasi. 

Namun, saat sampai di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin ia diminta untuk menunjukan sertifikat vaksin. Tetapi, ia dan istrinya tidak dapat menunjukan sertifikat vaksin lantaran baru sembuh dari terpapar Covid19. 

Mau tidak mau, akhirnya ia menemui petugas di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin.

Ia menerangkan dengan berlandaskan surat pcr sebelum ia akan pulang ke Bangka. Dari penjelasannya ke petugas di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin, membuat petugas mengambil keputusan untuk berkoordinasi dengan petugas di Bangka apakah bisa diseberangkan atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved