Kebakaran Hutan dan Lahan

Peran Regu Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan  “Fire Hunter’’

Karhutla datangnya selalu tidak dapat diprediksi kapan datangnya, apa penye­bab­nya, tingkat cakupannya serta seberapa besar dampak yang ditimbulkan

Editor: Salman Rasyidin
ist
 Ilustrasi  Hutan rawan Karhutla  

Untuk efektivitas pelaksanaan patroli di dalam PT. Bumi Per­sada Permai maka patrol dibagi ke dalam system zonasi.

Pem­bagian zonasi tersebut didasari oleh luasan dan areal yang dianggap rawan keba­karan  total jumlah zonasi yang ada sebanyak 9 Zonasi dimana di setiap zonasi terdapat 7 unit pos pantau.

Titik pantau dilengkapi menara pantau dan ditambahkan de­ngan 7 Unit Menara CCTV dengan ketinggian menara 45 meter dan sebanyak 3 unit menara Api dengan ke­tinggian menara api  35 meter.Tidak hanya itu juga disertakan 11 Unit Posko Terpadu yang melibatkan TNI Polri un­tuk pengawasan areal rawan.

Untuk Posko terpadu dan pos pantau guna me­nyiasati ini dibagilah tugas dengan system mandah (bermukim semen­ta­ra) untuk memenuhi ke­gi­at­an pemantauan dan patroli tersebut.

Mandah pada pos pantau ini di­atur pertukaran Shift nya setiap 5 hari sekali.

Sedangkan posko terpadu dan menara api diberlakukan system Piket per 24 jam.

Ilustrasi lahan rawan karhutla di Sumsel

Posko terpadu dan pos Pantau ini terletak jauh dari pemukiman penduduk maupun kan­tor re­sort/distrik diareal perusahaan, rata rata berada nun jauh ditengah hutan berantara ataupun Hutan Tanaman milik PT. Bumi Persada Bermai.

Di Posko terpadu di huni oleh 7 orang dan pos pantau ini dihuni oleh 3 orang yang terdiri dari Petugas RPK (Regu Pe­ma­­dam Keba­kar­an), KMPA (Kelompok Masyarakat Peduli Api), serta dibantu oleh BKO Tentara atau Polisi.

Didalam menjalankan tugasnya petugas Pos pantau dan posko ter­­padu ini dilengkapi dengan menara Pantau setinggi 12 meter, alat pemadamam te­kan­an tinggi, alat penerangan (genset), Peta Jalur Patroli. Selain itu dilengkapi alat komunikasi, Teropong, GPS, Pompa Punggung, Senter, Parang, Cha­in Saw, kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, peralatan SAR serta peralatan masak un­tuk kebutuhan konsumsi selama men­ja­lankan tugas.

Tim ini akan melakukan patroli setiap satu jam untuk menelusuri jalur yang telah ditentukan.

Pada saat jam-jam yang seharusnya menjadi waktu istirahatnya Tim RPK (Regu Pe­madam Kebakaran) melaksanakan patroli pengawasan untuk menjaga agar tidak ter­jadi hal-hal yang tidak dinginkan.

Kegiatan ini dilakukan secara bergantian dalam satu hari penuh sehingga waktu pengontrolan atau pengawasan berjalan baik dan tidak ada ke­ko­so­ngan waktu peng­a­wasan.

Disaat melakukan patroli pengawasan banyak ancaman-an­cam­an yang dilewatkan apalagi di malam hari.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved