Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, AMPHURI: Kalau Bisa di Embarkasi Saja

Arab Saudi resmi membuka kembali masyarakat dunia untuk melaksanakan ibadah umrah, kendati ada sembilan negara disuspend, termasuk Indonesia.

Penulis: Husin | Editor: Soegeng Haryadi
handout/sripoku.com
Kepala Bidang Haji dan Umrah DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPURI) Sumsel, H Harrie Madhona STTP, MSi. 

TANGGAL 1 Muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi resmi membuka kembali masyarakat dunia untuk melaksanakan ibadah umrah, kendati ada sembilan negara yang masih belum diizinkan (suspend), termasuk Indonesia. Namun begitu, kabar baik ini merupakan kado terindah bagi umat Islam diawal Tahun Baru dalam kalender Islam (hijriah). Lalu bagaimana tanggapan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI). Berikut wawancana dengan Kabid Haji dan Umrah DPD AMPHURI Sumsel H Harrie Madhona SSTP, MSI yang juga pimpinan Perusahaan BIM Grup dari Biro Perjalanan Haji dan Umrah Bina Insani Madina (BIM).

**********

Q: Sudah terima rilis dari Kementerian Haji Arab Saudi?
A: Tanggal 25 Agustus 2021, kami di AMPHURI sudah menerima rilis dari Kementerian Haji dan Umrah kerajaan arab saudi (Haramain Sharifain) baik dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa Inggris, yang intinya memberikan kabar gembira bagi Umat Islam di dunia, kendati bagi masyarakat Indonesia berita itu belum begitu baik dalam tanda petik, kenapa? Karena Indonesia, salah satu dari sembilan negara yang belum bisa melakukan penerbangan langsung (direct) ke Jeddah atau Bandara King Abdul Aziz atau pun bandara internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Q: Artinya, jika melalui bandara negara lain bisa?
A: Jika merujuk dari rilis tersebut bisa saja. Misalnya, untuk di Asean ini, Negara Malaysia, Singapura dan Brunei Darrussalam tidak kena suspend dari Arab Saudi. Artinya, umat Islam di tiga negara ini bisa melakukan penerbangan langsung ke Jeddah dan otomatis bisa melaksanakan umrah. Kalau umat Islam Indonesia mau melakukan perjalanan umrah melalui tiga negara ini (transit), maka ada persyaratan yang harus dijalani. Jemaah umrah Indonesia harus melakukan karantina selama 14 hari di negara transit tersebut. Namun pertanyaannya, apakah negara-negara transit ini mau menerima calon jemaah umrah Indoensia dengan latar belakang persoalan wabah pandemi Covid-19 yang kini masih berlangsung? Itu persoalannya.

Q: Andai kata, negara-negara transit ini mau menerima, bagaimana?
A: Pertanyaan ini harusnya ditanyakan kepada juga kepada calon jemaah umrahnya, apakah mereka mau. Tapi saya pikir, jika harus karantina selama 14 hari di negara-negara transit, jelas akan akan membebani calon jemaah umrah karena harus mengeluarkan cost tambahan, diluar biaya perjalanan umrah yang ditetapkan Kementerian Agama RI.

Selain itu, waktu perjalanan yang panjang. Belum lagi, pengawasan yang super ketat di Arab Saudi. Tapi, semua itu kembali kepada calon jemaah umrah.

Kalau dari biro perjalanan, saya pikir mau-mau saja. Tapi sekali lagi kembali kepada calon jemaah umrahnya.

Q: Arab Saudi, sampai saat ini belum menerima Vaksin Sinovac?
A: Memang  dari sisi persyaratan, Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah umrah suntik vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap Pfizer, Moderna, Astrazeneka atau Johnson dan Johnson (J&J).

Namun yang sudah diberikan vaksin dosis lengkap vaksin dari China, (dua kali) harus dibooster (vaksin ketiga tambahan) dengan pilihan satu kali, baik vaksin Pfizer, Mordena, AstraZaneca atau J&J. Bukan tidak menerima, tetap diterima tau tambah satu suntikan lagi vaksin yang direkomendasikan Arab Saudi. Tapi bagi masyarakat yang sudah disuntik vaksin Pfizer, Moderna, Astrazaneka dan J&J, tidak perlu vaksin lain, cukup satu kali.

Q: Menurut anda, apakah yang harus dilakukan AMPHURI?
A: Sekali lagi, kabar dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi ini, adalah kabar baik dan kado terindah dalam menyanbut tahun baru Islam karena Saudi sudah terbuka dan memberikan kesempatan bagi umat Islam dunia.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved