Breaking News:

Profil Akido Tio Pengusaha Tajir yang 'Menyembunyikan Diri' Sumbangannya Lampaui Orang Terkaya Dunia

Dari Prof Hardi lah, bisa digambarkan bagaimana keseharian Akidi Tio yang selalu mengenakan baju putih dan tampil sederhana.

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Rudi Sutadi menantu Akidi Tio (insert) istrinya Heryati saat menyerahkan dana hibah Rp 2 Triliun, di Palembang, Rabu (28/7/2021), Profil Akido Tio Pengusaha Tajir yang 'Menyembunyikan Diri' Sumbangannya Lampaui Orang Terkaya Dunia. 

Sikap dermawannya memang ia lakukan sepanjang hayatnya hingga kemudian meninggal dan menulis wasiat kepada anak-anaknya, tentang uang Rp 2 Triliun.

Wajar jika tak banyak tahu Akidi Tio yang di masa tuanya menetap di Palembang bersama putri bungsi Heryadi, yang dikenal sebagai pengusaha yang sukses di berbagai bidang.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber Uang Rp 2 Triliun

Seperti diketahui, Sosok Akidi Tio memang menjadi buah bibir di Indonesia, terutama warga Sumatera Selatan khususnya.

Wajar jika Ilham Bintang, pengusaha media nasional pun menyamakan sosok Akidi Tio seperti pengusaha dunia dengan nilai sumbangan yang sangat fantastis.

Lalu, siapa sebenarnya Akidi Tio, orang terdekatnya hanya menggambarkan sosoknya yang sederhana, selalu mengenakan baju putih dan celana putih. Memiliki 7 orang anak yang sukses membangun usaha diberbagai bidang.

Meski tidak begitu lengkap tentang sosok Akidi Tio, dari menantunya yakni Rudi Sutadi, suami dari anak bungsunya Heryati yang menetap di Palembang seperti dikutip dari Kompas.com, maka tentang sosok yang satu ini lebih tegas, bagaimana sikap dan keseharian Akidi Tio.

Akidi Tio lahir dan merintis usahanya di Langsa, Aceh Timur di bidang kontraktor dan perkebunan, setelah sukses dan usaha terus berkembang, Akidi Tio pun pindah dan menetap di Palembang sampai akhir hayat serta memiliki tujuh orang anak.

Diungkapkan pula jika Lima orang anak Akidi kini sudah menjadi pengusaha sukses dan menetap di Jakarta.

Sementara anak pertamanya bernama Johan alias Ahong di Langsa sudah meninggal sejak beberapa waktu silam setelah Akidi tutup usia pada 2009 lalu.

Adapun anak bungsi Akidi Tio, yakni Heriyanti menetap di Palembang dan sukses sebagai pengusaha di berbagai bidang yang ditekuninya di Palembang.

ilustrasi
Update 28 Juli 2021. (https://covid19.go.id/)

Seperti ayahnya, Heryati juga sosok low profile dan tidak mau dikenal publik kecuali orang-orang terdekatnya.

Murni Tabungan Akidi Tio

Dari sang menantu Rudi Sutadi lah, suami dari Heriyanti ini yang mengatkaan, asal muasal uang Rp 2 Triliun tersebut.

Ia mengatakan, kebaikan mertuanya Akidi Tio memang tak terbatas, sebab almarhum yang selalu berbagi dengan sesama.

Hati selalu terpanggil untuk membantu orang-orang yang kesusahan.

Selain memberikan bantuan, Mertuanya itu menyisihkan hasil usahanya untuk berbagi di panti asuhan dan panti jompo serta warga yang membutuhkan.

Adapun Rp 2 Triliun adalah tabungan dari Akidi Tio semasa hidupnya dan menjelang kepulangannya meninggalkan wasit agar uang itu disumbangkan

Tepatnya Sebelum wafat pada 2009 lalu, Akidi memberikan wasiat kepada anaknya untuk memberikan uang Rp 2 triliun yang ia simpan agar digunakan membantu masyarakat ketika dalam keadaan sulit.

"Sebagai anak-anaknya wasiat itu kami salurkan, biarlah ini jadi kebaikan Bapak,"kata Rudi saat berada di kediamannya di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Rabu (28/7/2021).

Maka itu, dia dan keluarga besar memang selalu menjaga amanat dan akan menyerankan uang Rp 2 triliun yang disimpan itu untuk penanganan Covid-19.

Hubungai Prof Hari dan Kapolda Sumsel

Karena ditengah kesusahan dan dunia khususnya Sumsel tengah dilanda pandemi, maka moment inilah yang menurut keluarga untuk menyumbangkan Rp 2 triliun kepada warga terdampak Covid-19.

Maka itu, sekitar Sabtu (24/7/2021), ahli waris Akidi menghubungi Prof dr Hardi Darmawan yang sudah 48 tahun menjadi dokter keluarga mereka.

Lalu, Keluarga Akidi menyampaikan wasiat almarhum untuk menyumbangkan uang Rp 2 triliun yang disimpan itu agar digunakan sebagai penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Selanjutnya Keluarga yang telah mengenal dekat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri saat bertugas di Aceh, akhirnya memutuskan jika dana sumbangan itu disalurkan lewat jenderal bintang dua tersebut. Tepat pada Senin (26/7/2021) kemarin secara simbolis Heriyanti mewakili keluarga bersama Prof dr Herdi Darmawan datang ke Polda Sumatera Selatan untuk menyerahkan bantuan tersebut.

"Kami salurkan sebagai bentuk pertanggungjawaban anak-anak atas wasiat Bapak. Kami takut ini menjadi karma jika tidak disampaikan,"ujar Rudi.

Maka itu, dengan adanya bantuan ini, keluarga berharap dapat dipergunakan dengan baik sehingga pandemi Covid-19 cepat teratasi.

"Harapannya uang ini digunakan dengan baik sehingga pandemi cepat selasai," harapnya.

Seperti diketahui, dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan mengatakan, dalam penyerahan bantuan itu lima orang anak Akidi yang berada di Jakarta sempat ingin datang ke Palembang, bersama seorang notaris serta wakilan dari Bank Indonesia.

Namun, lantaran situasi Covid-19, niat itu batal dan hanya dihadiri oleh Heriyanti yang merupakan anak bungsu Akidi yang kini tinggal di Palembang.
==

Pengusaha Sederhana Tapi High Propit

Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN sedikit mengungkap jatidiri Akidi Tio pengusaha asal Aceh yang menyumbang Rp 2 Triliun untuk penanggulangan Covid-19 di Sumsel.

Secara tegas Dahlan Iskan awalnya tidak tahu tentang sosok Akidi Tio yang pernah tinggal di Palembang itu, sebagai orang media yang juga menjadi wartawan handal di masa mudanya, naluri Dahlan Iskan untuk melakukan kroscek sedikit mengungkap jati diri Akidi Tio.

Dahlan Iskan menilai, Akidi Tio, adalah sosok low profile, pengusaha sukses dengan level high profit, tetapi rendah hati.

Sedikian rendah hatinya, Akidi Tio, tokoh-tokoh Sumsel termasuk Alex Noerdin pun kurang tahu tentang Akidi Tio yang kini menjadi perbincangan warga net yang menyumbang Rp 2 Triliun untuk warga Sumsel yang terdampak Covid-19.

Bahkan penelusuran pengusaha sukses media ini juga kepada beberapa tokoh ternama seperti Bupati Aceh Timur Rocky Hasbala, dan mantan menteri asal Palembang dan warga Tiongho bermarga Tio yang dikenalnya.

Namun tak satupun dari mereka mengenal sosok Akidi Tio secara mendalam selain namanya pengusaha asal Langsa Aceh itu melambung setelah memberikan sumbangan Rp 2 Triliun itu.

Dahlan Iskan seperti dilansir dari Kompas.com, memulai penelusurannya dari orang terdekat keluarga Akidi Tio yakni Prof Hardi Darmawan, yang merupakan dokter keluarga dari Akidi Tio almarhum.

Dari Prof Hardi lah, Dahlan Iskan banyak mendapatkan informasi.

Ia mengambil kesimpulan, jika Akidi Tio adalah sosok pengusaha sukses yang rendah hati, sangat darmawan dan tidak pernah mau publikasi.

"Menurut penutusan prof Hardi, Akidi merupakan sosok yang renda hati, setiap datang berkunjung ke tempat prakiknya, selalu mengenakan baju dan celana putih," ujar Dahlan Iskan menirukan penuturan Prof Hardi.

Dia sangat kaya raya, memiliki beberapa usaha besar yang dikelola anak-anaknya yang juga pengusaha.

"Beliau banyak sekali menyumbang, tetapi selalu hanya atas nama hamba Tuhan, artinya orang ini rendah hati dan tak mau dikenal orang yang ia berikan bantuan," jelas Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan pun mengetahui cukup banyak tentang Akidi Tio terkait kehidupannya, bagaimana perjuangannya menjadi orang sukses seperti saat ini, juga bagaimana pergaulan Akidi Tio termasuk anak-anaknya.

Maka Dahlan Iskan menilai Akidi Tio adalah pengusaha Low Profile, High Profit, memiliki banyak uang, tetapi tak mau dikenal sebagai orang kaya.

Hati Akidi Tio sangat lapangan, berjiwa sosial tinggi.

Dia pun banyak bergaul dengan orang-orang sukses dan sangat paham bagaimana sikap mereka, termasuk beberapa teman kaya asal Tionghoa yang dikenalnya,.

"Saya punya banyak teman Tionghoa seperti itu. Sehari-hari hanya pakai sendal. Bajunya pun lusuh dan dari kain yang biasa-biasa saja."

"Namanya tidak pernah disebut di mana-mana, tapi uangnya luar biasa banyaknya."

Dia pun mengaku kerap malu jika memakai pakaian bagus dan mentereng jika berhadapan dengan pengusaha seperti Akidi Tio.

"Saya malu kalau pakai baju bagus di depan mereka," tutup Dahlan.

Berdasarkan penulusuran dari Dahlan Iskan seperti dilansir dari Kompas.com, Akidi Tio adalah pengusaha asal Langsa Aceh dan tinggal di Palembang.

Akidi Tio meninggal tahun 2009 saat berusia 89 tahun, meninggal karena serangan jantung dan dimakankan di Palembang. Sementara istirnya meninggal pada 2005 dalam usia 82 tahun.

Suami istri yang dikenal sederhana tetapi dermawan ini, memiliki 7 orang anak, enam diantaranya tinggal di Jakarta dan memiliki banyak usaha di Aceh, sementara putri bungsunya tinggai di Palembang.

Semua anaknya menjadi pengusaha sukses.

Terungkap pula, bidang usaha yang digeluti oleh Akidi Tio yang pernah punya pabrik kecap ini, ternyata memiliki toko mebel, kebun sawit dan kontraktor, dan usaha itu kini dikembangkan oleh anak-anaknya.

Seperti halnya Akidi Tio, anak-anaknya pun terkenal dermawan dan banyak memberikan bantuan termasuk warga yang terdampak Covid-19.

Mereka pun dikenal hidup dengan sederhana dan low profile, terbukti hingga kini saat hendak diwawancarai, anak Akidi Tio tetap tak mau tampil kecuali anak bungsunya yang memang tampil mewakili keluarga saat menyerahkan uang Rp 2 Triliun itu kepada Irjen Pol Eko Indra Hari, Senin (26/7/2021).

Seperti diketahui, Akidi Tio menyerahkan dana hibah atau sumbangan/CSR sebesar Rp 2 Triliun untuk warga Sumsel terdampak Covid-19 dan Kapolda Sumsel Eko Indra Hari dipercaya untuk menyalurkan dana tersebut.

Kembali kepada penelusuran Dahlan Iskan, dia tahu betul bagaimana sosok Akidi Tio dari pergaulannya dengan orang kaya asal Tionghoa, memiliki uang banyak, tetapi tampil sederhana dan low profile.

Hal itulah yang juga melekat di hati Dahlan Iskan di mana ketika dia menjadi menteri BUMN, dia tampil sederhana dan santai. Seperti Akidi Tio yang dikenal sangat sederhana, low profile, memiliki banyak uang dan berjiwa dermawan, kerap memberikan bantuan diam-diam seperti dituturkan Profesor Hardi. (Dokumentasi Sripoku.com dan Tribun Sumsel.com)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved