Pasien Isoman di Kota Palembang 4000 Orang Lebih,  Epidemiolog Ingatkan Dinkes Pantau Ketat Pasien

Jumlah pasien isoman covid-19 di Kota Palembang mencapai 4.356 orang. Dinas kesehatan Sumsel diingatkan untuk lakukan pemantauan ketat

Tayang:
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/HUMAS POLDA SUMSEL
ILustrasi: Virus corona (Covid-19) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasien Isolasi Mandiri (Isoman) Covid-19 di Palembang sampai saat ini mencapai 4.356 orang,  Ahli Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyani Liberty ingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel untuk mengawasi ekstra ketat.

Menurut Iche, pemantauan pasien isoman perlu diprioritaskan, apalagi tempat isoman tidak dalam kondisi layak atau sesuai syarat isolasi yang diberlakukan oleh organsasi kesehatan dunia WHO. 

"Seseorang diizinkan melakukan isoman agar tak menularkan penyebaran baru. Tetapi Banyak rumah yang tidak layak isoman. Makanya Dinkes harus tanyakan pasien apakah lokasinya tepat untuk isoman atau tidak," katanya,  Senin (26/7/2021).

Iche menilai, syarat utama pasien boleh melakukan isolasi mandiri yakni dalam memiliki kamar mandi di dalam satu kamar tidur. Selanjutnya, tidak memiliki anak usia di bawah umur dan tidak ada anggota keluarga dengan usia rentan atau lanjut usia (lansia).

"Yang perlu dilihat itu implementasinya, terkait 3T seperti tracing atau pemantauan untuk kasus isoman. Semua syarat harus terpenuhi," jelas Iche. 

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri menambahkan masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak dipermasalahkan melakukan isolasi mandiri asalkan rumah si pasien memadai dan wajib melapor ke puskesmas setempat jika sedang melakukan isoman. 

Pada umumnya, keselahan yang sering dilakukan pasien isoman adalah tidak melapor ke puskesmas setempat. Sehingga, ketika kondisi si pasien memburuk fasilitas kesehatan (Faskes) setempat tidak mengetahui ketika akan dirujuk. 

"Pasien isoman itu harus lapor, biar bisa dipantau kesehatannya. Kalau tiba-tiba jadi parah bisa dirujuk. Yang sering terjadi ini, tidak lapor pas mau rujuk tidak dapat tempat," ungkap Yusri.

Meski isoman tidak dipermasalahkan dilakukan di rumah masing-masing, namun Yusri menyarankan kepada para pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan sebaiknya melakukan isoman di wisma atlet atau asrama haji yang telah disiapkan oleh pemerintah. 

Dengan melakukan isoman di Wisma Atlet, masyarakat akan lebih fokus melakukan penyembuhan serta ditangani dengan baik oleh tenaga medis. Terlebih, pemerintah telah menambah tower baru untuk menampung pasien isoman. 

"Sebenarnya lebih enak isoman di Wisma atau Asrama haji. Makanan dan kesehatan dijamin, jadi si pasien bisa lebih fokus untuk penyembuhan," terangnya.  (Oca) 
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved