Breaking News:

Bukan Hoaks, Beredar di WA Pengisian Oksigen Gratis oleh Perusahaan Alat Kesehatan di Palembang

awalnya perusahaan memang tergerak membantu kesulitan masyarakat mencari oksigen dengan siap memberikan oksigen gratis.

Editor: Refly Permana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga mengantre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Medical Oxygen di Jalan Minangkabau Timur, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021). Pedagang mengaku permintaan isi ulang tabung gas oksigen mengalami peningkatan setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beredar di WhatsApp, pengisian oksigen gratis yang didonasikan oleh salah satu perusahaan pengadaan barang dan alat keselamatan di Palembang. 

Berikut pesan yang tengah ramai dibicarakan di WhatsApp tersebut:

"Info pengisian oxygen gratis: CV. Multi Niaga Jl Barada Burhanuddin No. 43 (Sekojo), Palembang 30118.
PH . 081246777xxx an. Yopi Kuswanto.
Silahkan membawa tabung oxygen kapasitas maksimum 2 kubik (tabung medis) utk diisi secara gratis.

Setiap hati pkl. 0800-1700 WIB".

Surveyor CV Multi Niaga, Yopi Kuswanto membenarkan pesan tersebut memang benar dan ada namun akhirnya batal dilaksanakan karena kendala teknis. 

Ditlantas Polda Sumsel Kawal Truk Pengangkut Oksigen Tujuan Jawa Barat, Pastikan Aman Sampai Tujuan

Dia mengatakan awalnya perusahaan memang tergerak membantu kesulitan masyarakat mencari oksigen dengan siap memberikan oksigen gratis.

Namun karena alat yang dimiliki oleh perusahaan ternyata spesifikasinya berbeda dan alat pengisian oksigen untuk pasien di rumah sakit sehingga batal dilaksanakan penyediaan oksigen gratis ini. 

"Alatnya tidak support sebab alat yang kita punya untuk mengisi oksigen tabung penyelam dan sudah diuji coba tadi pagi.

Namun, sistemnya berbeda berbeda bukan untuk O2 sehingga alat rusak," ujarnya saat dikonfirmasi. 

Yopi enggan merinci berapa alokasi oksigen yang bakal disalurkan. 

Menirunya karena oksigen saat ini kosong dan mereka tergerak berdonasi sehingga bakal disalurkan namun karena alat tidak support sehingga batal. 

"Mau kita bantu untuk berapanya itu nanti kita belum tahu tapi tadi pagi pas kita tes ternyata beda sistem alatnya," tambah Yopi.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved