Breaking News:

160 Orang Warga Pagaralam Positif Covid-19, Masih Kurang Kesadaran Warga Terapkan Prokes

Jmlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pagaralam saat ini 160 orang. Itu terjadi karena kurang disiplinnya menerapkan prokes 5M di masyarakat

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Azwir Ahmad
https://edition.cnn.com/
Ilustrasi - Virus corona. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Jumlah kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Kota Pagaralam  terkonfirmasi positif melonjak drastis.

Kalau biasanya tidak lebih dari 30 orang, maka saat ini warga Pagaralam yang sedang menjalani isolasi dan perawatan akibat terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai jumlah 160 orang.

Bahkan jumlah kasus meninggal juga mengalami kenaikkan yang cukup signifikan. Jika beberapa bulan lalu hanya ada belasan orang meninggal saat sedang positif Covid-19. Saat ini terdata ada 26 orang yang dinyatakan meninggal saat berstatus positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Syamsul Bahri Burlian mengatakan, bahwa ada 160 orang warga Pagaralam yang sedang dalam massa pemantauan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sekarang ada 160 orang yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19. Sementara ini jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak selama padami ini berlangsung," katanya.

Dijelaskan Syamsul, tidak tahu secara pasti apa penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Pagaralam yang bersamaan dengan daerah lain juga sangat melonjak. 

"Masih tingginya mobilitas masyarakat Pagaralam ke Luar Kota dan masyarakat luar Pagaralam masih  berinteraksi dengan masyarakat Kota kita ditambah tetangga kita berstatus zona merah," jelasnta. 

Tidak ada kemampuan Satgas dan Pemerintah untuk melarang masyarakat Pagaralam untuk berinteraksi dengan masyarakat luar, yang bisa saja membawa virus corona.

"Selain itu penerapan protokol kesehatan 5 M tidak konsisten dilakukan masyarakat. Tingkat kesadaran pemakaian masker masih rendah, kadang dianggap formalitas dan takut dihukum jika tidak memakai masker," ungkapnya.

Bahkan sulit mengurangi budaya bersalaman atau terjadi sentuhan fisik, jaga jarak tidak dipatuhi, apalagi jika ada acara keagamaan dan sosial kemasyarakatan, masih tingginya tingkat kerumunan massa pada saat ada hajatan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved