Breaking News:

Berita Palembang

Kejati Sumsel : Sudah 6 Terdakwa Kasus Narkotika Dituntut Hukuman Mati

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini tengah gencar memberantas tindak pidana korupsi di sejumlah wilayah Provinsi Sumsel

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Hingga pertengahan tahun 2021, Kejati Sumsel tuntut enam terdakwa kasus narkotika dengan hukuman pidana mati, Sabtu (24/7/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini tengah gencar memberantas tindak pidana korupsi di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Meski demikian, Kejati Sumsel juga berupaya tegas dalam menindak lanjuti tindakan pidana umum, khususnya pada pemberantasan narkoba.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Drs. M. Rum, SH, MH pada gelar rilis pencapian hasil kerja Kejati Sumsel, Kamis (24/7/2021) kemarin.

M Rum mangatakan pada tahun 2021, terhitung dari bulan Januari hingga Juli setidaknya sudah ada 6 terdakwa kasus narkotika tindak tegas dengan menjatuhkan tuntutan hukuman mati pada terdakwa.

"Setidaknya hingga pertengahan tahun 2021, Kejati Sumsel telah menuntut enam terdakwa kasus narkotika dengan hukuman mati. Hal tersebut dilakukan mengingat pertama barang bukti dalam jumlah tidak sedikit, dan narkoba merupakan barang haram yang mesti dimusnakan, agar tidak merusak generasi muda kita," ujar Rum.

Dirinya menjelaskan jika, dari enam terdakwa yang dituntut mati, lima diantaranya sudah putus (telah divonis hakim pidana mati). Dan untuk satunya lagi, putusannya belum turun.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel itu juga mengatakan, jika lima terdakwa yang saat ini telah divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, tengah melakukan upaya hukum.

"Jadi terdakwa yang sudah diputus pidana mati mereka masih melakukan upaya hukum," ujarnya.

Rum mengatakan, tindakan tegas dengan menuntut para terdakwa narkoba dengan hukuman pidana mati, diharapkan dapat menekan pertumbuhan barang haram tersebut di wilayah Sumsel.

"Serta kita harapakan dapat memberi efek jera pada para pelaku bisnis barang haram tersebut. Sehingga generasi muda dapat tumbuh dan berkembang tanpa dibayang-bayangi ancaman narkotika jenis apalun itu,"tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved