Aksi Pelaku Coreti Baliho Puan Maharni 'Open BO' Terungkap, Polisi: Bukan Vandalisme Biasa

Kini kasus ini ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian. Sebab tindakan ini bukan sekadar iseng, tetapi sudah merupakan tindakan fitnah

Editor: Hendra Kusuma
Tribunnews.com
Aksi pencortan baliho Ketua DPR RI Puan Maharani kini diusut polisi dan buru pelaku 

Sebenarnya isi baliho Puan Maharani itu dipasang menjelang pelaksanaan rapat kerja derah (Rakedra) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang berlangsung di Blitar bulan lalu, Senin (21/6/2021).

Bahkan hasil raker tersebut, PDIP se-Jawa Timur sepakat mengusulkan PDIP mengusung Puan Maharani sebagai presiden periode 2014.

Ditutup Selamat HUT RI Ke 76

Sementara itu, tindakan cepat dilakukan kader PDIP, sebab baliho dengan coretan "Open BO" itu sudah ditutup dengan baliho poster bertuliskan "Selamat HUT RI Ke 76".

Baliho itu, memuat foto Puan Maharani, Megawati dan Presiden Soekarno ada di sebelahnya.

Sementara itu, Seorang pekerja bengkel mobil yang ada persis di sebelah bangunan Kantor DPC PDI Perjuangan mengatakan, pemasangan poster yang menutup baliho Puan Maharani dilakukan Jumat pagi (23/7/2021).

"Seingat saya baliho-nya ditutupi dengan poster yang baru itu kemarin pagi, atau kemarinnya lagi. Tapi yang jelas pagi," ujarnya.

Diduga Orang Luar PDIP Ingin adu domba

Terkait dengan aksi vandalisme itu, sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar belum memberikan respons saat Kompas.com bermaksud meminta konfirmasi dan keterangan.

Namun, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan yang berasal dari Blitar, Guntur Wahono, menganggap aksi vandalisme pada foto Puan Maharani sebagai tindakan bermuatan politis.

Guntur menduga pelaku atau otak dari tindakan itu adalah orang dari luar organisasi PDI Perjuangan yang berniat mengadu domba kader partai.

"Nampaknya ada pihak-pihak eksternal diluar intern PDIP yang berusaha membuat persoalan di intern kader PDIP," ujar Guntur saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Sementara itu, Guntur mengakui adanya perbedaan pendapat di antara kader PDI Perjuangan Jawa Timur terkait aspirasi mengusung Puan Maharani sebagai kandidat calon presiden pada Pilpres 2024 nanti.

"Di intern PDIP dalam menentukan kandidat capres 2024 memang terpecah, ada yang menghendaki kandidat calon A dan ada yang menghendaki calon B," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved