Breaking News:

Pabrikan China dan Korsel Ancam Geser Dominasi Otomotif Jepang di Pasar Thailand dan Indonesia

Perusahaan otomotif Jepang bersiap menghadapi masa-masa akhir monopoli pasar ASEAN dengan hadirnya pabrikan mobil listrik China dan Korsel

Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/kompas.com
Pabrik SAIC Motor Thailand.(Nikkei) 

SRIPOKU.COM - Dominasi merek otomotif Jepang di pasar mobil di Asia Tenggara tampaknya mulai terancam. Peta persaingan perlahan tapi pasti akan berubah semenjak pabrikan China dan Korea Selatan aktif meluncurkan mobil listrik, termasuk di Thailand dan Indonesia.

Apalagi baru-baru ini di Thailand, pabrikan Great Wall Motor asal China meluncurkan kendaraan sport hybrid Haval H6 dengan slogan ‘sudah waktunya untuk berubah’.

Ini menjadi penanda bahwa perusahaan otomotif Jepang harus bersiap menghadapi masa-masa akhir monopoli pasar ASEAN.

Seperti dilansir dari Nikkei Asia (22/7/2021), dewasa ini sebanyak 90 persen mobil yang dibuat dan dijual di Thailand merupakan mobil mesin bakar internal yang berasal dari pabrikan Jepang.

Dengan memanfaatkan momentum penjualan mobil listrik global, Great Wall menginvestasikan lebih dari 700 juta dolar AS atau setara Rp 10 triliun di Thailand, untuk membuat kendaraan listrik dan hybrid pada 2023.

"Kami akan menjadi pemimpin dalam kendaraan listrik di Thailand dan bekerja sama dalam memajukan industri ini," kata Zhang Jiaming, presiden Great Wall Thailand dan Asia Tenggara.

Diketahui, sebetulnya Thailand termasuk dalam negara yang relatif lebih lambat menjual mobil listrik. Sejauh ini belum ada merek besar yang memproduksi mobil listrik secara lokal.

Paa tahun lalu, penjualan mobil listrik hanya mencatat 1.400 unit, di mana 60 persen di antaranya bermerek SAIC Motor yang diimpor dari luar negeri.

Karena itu pula, pemerintah Thailand memberikan sejumlah insentif bagi proyek kendaraan ramah lingkungan untuk mengejar target 30 persen produksi lokal pada 2030 adalah mobil listrik.

Sementara itu, Hajie Yamamoto dari Nomura Research Institute mengungkapkan, bahwa pemain China pasti akan mengisi celah dan mendapatkan pangsa pasar dengan listrik murah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved