Kriteria Ulama dalam Kehidupan Kekinian : Perlukah?

Sejak beberapa tahun belakangan ini, kata “ulama” menjadi kata yang sering muncul da­­lam wacana komunikasi masyarakat kita.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Muhammad Noupal 

Kalah sama sebutan ulama dan ustadz yang sedang nge-trend.

Kata ulama bahkan menjadi kekuatan besar yang mempengaruhi peta politik Indo­nesia.

Dibandingkan istilah kiayi, istilah ulama jauh lebih bernilai praktis dan pra­g­matis.

Ia bisa dipakai untuk apa saja; termasuk demi kepentingan politik dan ideologi.

Tidak ada ka­ta kiayi dalam Al quran; yang ada hanya kata ulama.

Wajar kalau meng­hina ulama dianggap menghina Al quran.

Berbeda dengan ulama atau kiayi, sebutan ustadz malah lebih familiar.

Semua orang bi­sa dipanggil dengan sebutan ini.

Dari pelawak ustadz Kiwil sampai pemain music me­tal ustadz Derry Sulaiman.

Dari artis cantik ustadzah Oky Setiana Dewi sampai “si pu­si­iing” ustadzah Pegy Melati.

Asal bisa ceramah, gelar ustadz dan ustadzah akan di­be­rikan kepada mereka.

Belakangan, istilah artis hijrah muncul karena mereka di­anggap be­rani meninggalkan dunia hitamnya.

Pakaian merekapun berganti dengan bu­sana sya­r’i; dan tentu saja terlihat semakin cantik.

Itulah sebabnya mengapa kiayi menjadi tidak laku di masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved