Breaking News:

Virus Corona

Jangan Buru-Buru Beli Obat Ivermectin Untuk Mencegah Covid-19 Kini Dilarang BPOM, Ini Bahayanya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melarang mempromosikan obat Ivermectin untuk mengatasi Covid-19.

Editor: adi kurniawan
Kontan
Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF) 

SRIPOKU.COM -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melarang mempromosikan obat Ivermectin untuk mengatasi Covid-19.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr Ary Fahrial SpPD mengatakan, BPOM memang sudah mengeluarkan izin edar untuk Ivermectin, tetapi untuk indikasi obat cacing.

Obat ini, kata Ary, menjadi populer untuk Covid-19 karena memang ada penelitian terkait Ivermectin.

Namun, lanjut Ary, penelitian tersebut baru ditahap in vitro atau baru pada tingkat sel.

"Masih pra klinik, belum sampai uji klinik. Di situ memang disebutkan bahwa invermectin dapat menghambat kerja dari virus Covid-19 ini."

"Tapi sekali lagi, kalau masih in vitro dimana kita belum tahu berapa dosis yang tepat digunakan pada hewan atau pada manusia," ungkapnya lewat video, dikutip oleh Tribunnews, Senin (26/6/2021).

Oleh karena itu, menurutnya, sampai saat ini obat tersebut masih disebut sebagai obat cacing.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu tahu bahwa ada efek samping yang muncul pada pasien yang mengonsumsi obat ini.

Di antaranya, pasien akan merasa mual, muntah, nyeri ulu hati, diare dan sakit kepala, jika dikonsumsi dengan jumlah besar dalam jangka pendek akan berisiko kerusakan pada lever.

"Jadi saya menghimbau pada masyarakat untuk tidak terlalu terburu-buru dalam membeli obat ini. Apabila tujuannya untuk pencegahan atau mengobati Covid-19," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved