Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Pungli di Pintu Tol Keramasan, Polda Sumsel Tangkap 5 Anggota Satgas PPKM Covid-19 Ogan Ilir

Lima oknum anggota Satgas PPKM COVID-19 Kabupaten Ogan Ilir, ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Lima Oknum pelaku pungli di Tol Keramasan, Ditangkap Ditreskrium Polda Sumsel, Kamis (22/7/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lima oknum anggota Satgas PPKM COVID-19 Kabupaten Ogan Ilir, ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Kelima honerer Pemkab Ogan Ilir karena diduga terlibat pungli di pintu masuk Tol Kramasan (Palembang-Lampung).

Adapun identitas pelaku diantaranya, Boediono (23) honorer BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Apri Ridho Rahmatullah (27) honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir, Nur Kholis (21) honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir, Heriyanto (39) honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir dan Nanda Putra (19) honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam gelar perkaranya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, pungli ini terungkap setelah salah seorang korban aksi pungli merekam kejadian tersebut.

Video rekaman tersebut, kemudian viral di media sosial, Instagram.

"Bahwa apa yang tersiar di medsos betul adanya. Dan kita berhasil mengamankan kelima pelaku aksi pungli, yang merupakan pegawai honorer," ujar Hisar, Kamis (22/7/2021).

Para pelaku menjadikan sopir-sopir truk atau fuso yang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin ataupun hasil swab antigen sebagai syarat protokol kesehatan untuk melewati wilayah perbatasan.

Yang mana agar perjalanan lancar kelima pelaku meminta sejumlah uang pada para sopir tersebut.

Bila bersedia membayar, para sopir akan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

Padahal seharusnya para sopir tersebut diarahkan untuk putar balik karena tidak dapat memenuhi syarat perjalanan lintas wilayah di masa pandemi.

"Korban adalah para sopir yang sekarang ini sudah tidak lagi di Palembang. Maka kita gali keterangan dari yang bisa kita dapat. Mulai dari teman-temannya yang berjaga di pos penyekatan, kemudian dari pelaku itu sendiri," jelas Hisar.

Jumlah uang yang diminta para pelaku bervariasi mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp. 50.000 per truk atau fuso.

Dalam sehari para pelaku dapat mengumpulkan hingga Rp. 200.000 dari hasil pungli yang mereka lakukan.

Viral Video Pungli di Pos Penyekatan Gerbang Tol Kramasan, Oknum BPBD & Pol PP Ogan Ilir Diamankan

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved