Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Meski Sudah Hamil Duluan, Tidak Semua Dispensasi Menikah yang Diajukan Remaja di Mura Dikabulkan

Mayoritas dari pengajuan dispensasi tersebut, karena sudah berhubungan suami istri dan hamil di luar nikah.

Editor: Yandi Triansyah
youtube
ilustrasi pengantin wanita [Foto di atas tidak ada hubungannya dengan berita/atau kisah ini] 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Kasus hamil di luar nikah yang dialami remaja di Kabupaten Musi Rawan, Sumatera Selatan (Sumsel) naik pesat.

Tercatat sepanjang tahun 2021 ini saja sudah 213 remaja yang mengajukan dispensasi supaya bisa menikah.

Mayoritas dari pengajuan dispensasi tersebut, karena sudah berhubungan suami istri dan hamil di luar nikah.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Lubuklinggau, Yuli Suryadi, mengatakan, Kabupaten Musi Rawas tercatat paling tinggi remaja yang mengajukan dispensasi menikah yakni 213 permohonan.

Disusul Kota Lubuklinggau sebanyak 124 permohonan dan yang paling sedikit Kabupaten Muratara 13 permohonan.

"Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya," kata dia, Kamis (22/7/2021).

Sebagai informasi Pengadilan Agama Lubuklinggau membawahi tiga wilayah hukum yakni Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Menurut Yuli, selain faktor hamil di luar nikah dan pergaulan bebas lainnya, faktor penyebab lain tingginya permohonan dispensasi nikah ini disebabkan karena perubahan undangan-undang perkawinan yang terbaru dari usia 16 tahun menjadi 19 tahun.

"Tapi yang paling banyak alasan orangtua karena anaknya telah berhubungan suami istri, sudah hamil di luar nikah.

Dan ada juga mengajukan alasan bahwa anaknya khawatir hamil di luar nikah lalu melanggar syariat Islam," ungkapnya.

Tidak Semua Dikabulkan

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved