Gubernur Herman Deru Sebut Setiap Daerah di Sumsel Tak Harus Ada Pemakaman Khusus Covid-19, Asalkan

"Kalau penanganan jenazah sudah sudah sesuai standar Covid-19 sebelum dimakamkan, masyarakat tak perlu khawatir," kata Herman Deru.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang Warga Ogan Ilir (OI) meninggal dunia dengan dinyatakan Covid-19.

Namun, ketika hendak dimakamkan di kampung halamannya, warga setempat melakukan penolakan.

Aparat kepolisian harus turun tangan demi memberikan sosialisasi kepada warga yang melakukan penolakan tersebut.

Menanggapi peristiwa ini, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan hanya butuh penjelasan saja kepada warganya. 

"Kalau penanganan jenazah sudah sudah sesuai standar Covid-19 sebelum dimakamkan, masyarakat tak perlu khawatir," kata Herman Deru saat diwawancarai di Kantor Gubernur, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, mungkin di desa tersebut belum dijelaskan saja bahwa orang yang meninggal karena Covid-19 itu pemulasaran mayatnya sudah standar Covid-19.

"Kalau sudah standar Covid-19 tinggal dijelaskan saja. Nah itu Polseknya sudah menjelaskan, itu hebat," ungkapnya.

Virus Corona Sudah 2 Tahun Tapi Masih Ada Warga di Sumsel Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Sedangkan ketika ditanya, apakah perlu dibuat pemakaman khusus Covid-19 di kabupaten kota di Susmel, begini jawaban Herman Deru.

Menurut Deru, kalau buat kuburan khusus sebenarnya tidak harus demikian. Kalau penyelenggaraan jenazahnya sudah standar Covid-19 ya tak peru khawatir lagi.

"Jadi masalahnya hanya sosialisasi saja. Jangan sampai keluarga yang ditinggalkan makin sedih hanya gara-gara hal seperti itu," pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Jenazah RL, seorang pasien Covid-19 di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya bisa dimakamkan pada Rabu (21/7/2021) pukul 03.00 WIB.

Pasien berusia 69 tahun itu diketahui meninggal dunia pada Selasa (20/7/2021) sekira pukul 12.00 di RSUD Ogan Ilir.

Namun saat akan dimakamkan, jenazah ditolak warga, karena takut tertular Covid-19 dari jenazah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved