Breaking News:

Advetorial

Dekat dengan Infrastruktur Milik Pemerintah, Kawasan Seberang Ulu Mengalami Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang memulai pembangunan kawasan kantor pemerintahan terpadu baru seluas 40 hektare

Editor: Yandi Triansyah
handout
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang memulai pembangunan kawasan kantor pemerintahan terpadu baru seluas 40 hektare, Jl. Mayjen Yusuf Singedekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang memulai pembangunan
kawasan kantor pemerintahan terpadu baru seluas 40 hektare, dan saat ini pengerjaan proyek tersebut
sedang dalam tahap pengerasan tanah.

Pembangunan proyek ini dilakukan di kawasan Jl. Mayjen Yusuf Singedekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Belum lama ini dalam Webinar yang digelar Tanggal 2 Juli 2021 Bersama Tribunnetwork, Gubernur Sumsel H. Herman Deru Menyampaikan Rasa Terimakasih Kepada Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya dan Juga mengucapkan terimakasih kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa yang telah
menyetujui proyek Tol Kayuagung - Palembang - Betung (Kapal Betung) dan Tol Trans Sumatera Ruas Indralaya - Muara Enim yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Tak kalah penting salah satu pintu tol tersebut ada di kawasan Keramasan yang bukan tidak mungkin memudahkan mobilitas masyarakat yang masuk dari Keramasan bisa ke daerah Muara Enim atau ke Kayuagung dan Betung.

HD juga menyampaikan bahwa Prov Sumsel memiliki 3 prioritas penting yang diusulkan yaitu Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Pembangunan Jalan Menuju Tanjung Carat dan Penyediaan Air Baku di wilayah perkotaan serta wilayah yang tidak memiliki air tanah yang bersih.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumsel, Basyaruddin Akhmad, Menambahkan, Kawasan Kelurahan Keramasan akan berkembang pesat dan menjadi keseimbangan dan bangkitan (prime over) daerah
Seberang Ulu di samping kawasan Jakabaring.

Ini jadi pemicu dan pemacu wilayah seberang ulu.

Apalagi, sudah ada perumahan CitraLand, terminal terpadu Karya Jaya, dan tol," kata Basyar.

Basyar menjelaskan, dalam membangun kawasan tersebut pihaknya tetap memperhatikan aspek lingkungan
sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan.

Adapun konsep besar pembangunan dengan pembagian 70 persen tanah untuk bangunan dan 30 persen sisanya untuk ruang terbuka hijau.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved