Breaking News:

Berita Palembang

2 Eks Direktur & Satu Pimpinan Aktif di BSB Sakit Saat Akan Diperiksa di Kejati, Kasus Kredit PT GI

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel masih terus berupaya mengungkap kasus dugaan korupsi fasilitas kredit BSB ke PT Gatramas tujuh tahun silam

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Augustinus Judianto selaku direktur PT Gatramas Internusa kreditur BSB yang telah dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun saat tiba di Kejaksaan Negeri Palembang, Rabu (6/1/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tujuh tahun berlalu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel masih terus berupaya mengungkap kasus dugaan korupsi fasilitas kredit dari Bank Sumsel Babel (BSB) kepada PT Gatramas Internusa (GI) sebesar Rp 13,9 miliar di tahun 2014 lalu.

Saat ini, sejumlah nama mantan petinggi BSB kembali diperiksa Kejati Sumsel terkait kredit BSB ke PT Gatramas Internusa.

Saksi yang di panggil oleh Kejati Sumsel, yakni Martolihan mantan direktur operasional BSB, Syahyohan Jonni mantan direktur pemasaran BSB, Asri Wahyu Wardana analisis kredit menengah BSB, serta Aran Haryadi selaku Pimpinan Divisi Kredit BSB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Plh Kasi Penkum Kejati Sumsel, Chandra SH, yang ditemui awak media di Gedung Kejati Sumsel, Kamis (22/7/2021).

"Berdasarkan surat pemanggilan hari ini kita panggil keempatnya untuk diperiksa terkait kasus tersebut. Namun keempat orang saksi tidak ada yang hadir dengan alasan sakit, " ujar Chandra.

Mudah Transaksi Masyarakat, BSB Buka Kantor Kas di DPMPTSP Jakabaring Palembang 

Meski demikian keempat saksi akan dijadwalkan pemanggilan ulang untuk diperiksa kembali oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Chandra menjelaskan, penyidikan kasus ini merupakan pengembangan perkara sebelumnya atas nama terpidana Augustinus Judianto selaku direktur PT Gatramas Internusa kreditur BSB yang telah dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun.

Untuk diketahui, perkara dugaan korupsi ini bermula saat terpidana Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa bersama Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan (telah meninggal dunia) mendapatkan Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank Sumsel Babel, dengan agunan mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem, serta dua bidang tanah.

Dalam perjalanannya, ternyata nilai agunan tersebut diduga dimark up sehingga negara mengalami kerugian senilai Rp 13 miliar lebih.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (3/1/2020) silam, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel kala itu menuntut Augustinus Judianto dengan pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved