Breaking News:

Dampak Merger

Dampak Merger Gojek – Tokopedia Jadi GoTo

Beberapa waktu lalu Gojek dan Tokopedia merger menjadi GoTo. Banyak pihak yang ber­pra­sangka GoTo sedang berusaha memonopoli pasar digital Indonesia

Editor: Salman Rasyidin
Dampak Merger Gojek – Tokopedia Jadi GoTo
ist
Zainul Arifin, SH, MH

Dari sektor swasta Gojek dan Tokopedia melakukan merger secara langsung menjadi deklarasi raksasa ekonomi digital terbesar bukan hanya di Indonesia namun di Asia Tenggara.

Secara langsung muncul harapan perbaikan ekonomi Indonesia yang porak poranda akibat Co­vid-19.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Gojek mampu menjaring lebih dari dua juta o­rang pengemudi di seluruh Indonesia.

Sedangkan Tokopedia telah menjadi etalase penjualan ba­rang dan jasa lebih dari 11 juta pelaku UMKM.

Besarnya peran mereka dalam menciptakan pe­luang usaha dan kesempatan kerja untuk 13 juta orang tentu mendukung kesejahteraan e­konomi keluarga dan pengentasan kemiskinan. (Agus Sugiarto, Kompas 25/05/2021).

Dari hasil merger kedua Big Tech ini diperkirakan nilai transaksi kotor (gross transaction value) GoTo mencapai 22 Miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 319 Triliun dengan asumsi Kurs dol­lar Rp. 14.500.

Hasil valuasi merger mereka diperkirakan mencapai 18 Miliar Dollar AS a­­tau sekitar 261 Triliun–290 Triliun.

Capaian hasil merger tersebut tentu menjadi sesuatu yang luar biasa mengingat perusahaan tersebut baru berdiri sekitar 10 tahun.

Bahkan valuasi GoTo dianggap lebih dari perusahaan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, a­tau­pun perusahaan taksi terbesar Indonesia yaitu BlueBird yang sudah ada sejak puluhan ta­hun silam.

Mengukur Potensi

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved