Breaking News:

Belanting River Tubing, Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Ogan Komering Ulu

Dulunya Air Sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan segala kotoran termasuk BAB. Namun berangsur-angsur kebiasaan kurang baik itu sudah berubah

Penulis: Leni Juwita | Editor: aminuddin
leni juwita
Keseruan di Belanting River Tubing Ogan Ulu 

KEHADIRAN  “Belanting”  River Tubing di Desa Kelumpang diharapkan mampu membawa perubahan yang menggembirakan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah paling Barat Kabupaten OKU ini. 

Seperti dituturkan Koordinator “Belanting” River Tubing  Desa  Kelumpang, Darul Kutni SPd, pihaknya memiliki mimpi suatu saat  Desa Kelumpang akan menjadi terkenal   karena potensinya, karena prestasinya  dan karena keelokan tutur sapa dan budayanya.

“Mimpi ini akan diwujudkan oleh pemuda dan pemudi setempat,” kata Darul.

Berangkat dari  cita-cita mulia itulah  guru olah raga SD Negeri  128 OKU  mengkoordinir anggota Karang Taruna  Desa Kelumpang untuk membuat program yang dinilai bisa mendorong percepatan perubahan Desa Kelumpang. Didapatlah ide untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) Sungai Ogan yang memiliki potensi wisata air dengan didukung oleh arus sungai jernih dengan bebatuan besar  lengkap dengan jeram-jeram cocok untuk kategori keluarga.

Menurut pria kelahiran  Desa Kelumpang 12 September 1976 ini, panorama desa memang indah, sejauh mata memandang terlihat pohon-pohon menjulang tinggi di sepanjang jalur Sungai Ogan yang dilintasi River Tubing. Potensi alam yang merupakan anugrah dari  sang  pencipta ini  harus benar-benar dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim yang ada.

Bak gayung bersambut,  ide kreatif pemuda Desa Kelumpang ini disambut baik oleh   PGE (Pertamina Geothermall Energi) Lumut Balai.  Sebagai salah usaha kreatif  binaan PGE dikelola secara profesional oleh pemuda/pemudi setempat. Dilengkapi fasilitas standar seperti  Alat-alat  Belanting, pelampung, helm, ruang ganti,  ruang tunggu dilengkapi juga perlatan  masak & Camping. Yang  paling utama dan tak kalah pentingnya adalah jaminan keamanan dan kenyaman peserta  “Belanting” River Tubing.  

Suami dari Zuria menuturkan, sejak kehadiran River Tubing  sudah terasa membawa perubahan desa yang berpenduduk 1.300 jiwa yang  ini. Dulunya Air Sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan segala kotoran termasuk BAB. Namun berangsur-angsur kebiasaan sudah berubah, masyarakat sudah menyadari pentingnya menjaga kelestarian sungai untuk keberlangsun hidup. Sudah tidak ada lagi yang membuang sampah  dan BAB di sungai. Kemudian dengan memberdayakan pemuda-pemudi desa,  saat ini puluhan pemuda setempat sudah memiliki penghasilan Rp 26.000 sampai Rp 100.00/hari .

Ekonomi rakyat sudah mulai  menggeliat, sebagai daerah penghasil kopi, masyarakatnya kini  sudah mulai giat memasarkan  produknya seperti menjual kopi khas Uluogan. Salah satunya yang cukup terkenal Kopi Bubuk “Ulu Ayakh”. Kearifan lokal tetap dipertahankan di era yang sudah serba digital ini, etnik budaya lokal seperti kerajinan anyaman, kuliner khas daerah seperti dodol duren khas Ulu Ogan  akan coba diangkat agar lebih dikenal.

Desa yang dimpin oleh  Ruzalmi (Kades Kelumpang)  optimis “BELANTING” River Tubing  ini akan membawa perubahan di desa ini. Apalagi beberapa pejabat OLU dan Provinsi Sumsel sudah ada yang pernah meninjau lokasi. Seperti Plh Bupati OKU Drs H Edward Chandra MH sudah pernah datang ke lokasi termasuk Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Aufa S Syarkomi  MSc juga sudah meninjau lokasi diharapkan akan  membantu mengembangkan kepariwisataan di wilayah ini. (Leni Juwita)

Diharapkan Membawa Perubahan

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved