Breaking News:

PPKM Darurat

TAK JERA, Oknum Pol PP Kembali Bikin Ulah, Main Ancam Pedagang, Abaikan Instruksi Jokowi

Tindakan arogan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali terulang.

Editor: Wiedarto
istimewa/tangkapan layar akun Instagram @tangsel_update
Shofwan, pemilik lapak di Pamulang, Tangerang Selatan, saat memberi penjelasan ke beberapa personel gabungan yang tengah menertibkan lapaknya, Minggu (18/7/2021). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Tindakan arogan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali terulang. Setelah anggota Satpol PP di Gowa, Sulawesi Selatan, memukul pemilik warung, kali ini anggota Satpol PP membentak dan mengancam pemilik lapak angkringan di Pamulang, Tangerang Selatan.

Padahal, setelah adanya tindakan arogan anggota Satpol PP di Gowa, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar aparat tidak bertindak kasar. Tak hanya itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menerbitkan surat edaran (SE) tentang Satpol PP terkait penertiban pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Penertiban aturan PPKM oleh Satpol PP Kabupaten Gowa menuai kericuhan. Salah satu oknum Satpol PP Gowa menganiaya pasangan suami istri, pemilik warung kopi, pada Rabu (14/7/2021) sekitar 20.44 Wita.

Penganiayaan itu berawal dari adu mulut antara petugas dan pemilik warung kopi. Nur Halim (26) dan istrinya, Riana (34), kemudian melaporkan penganiayaan yang mereka alami ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gowa. Riana yang sedang hamil besar pun harus dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Syech Yusuf.

Perempuan itu pingsan saat melaporkan penganiayaan yang diterimanya. Polisi sudah menerima laporan dugaan penganiayaan itu. Sementara itu, Kepala Satpol PP Gowa Alimuddin Tiro meminta maaf atas insiden penganiayaan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap pemilik warung kopi saat penertiban aturan PPKM.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Setelah adanya insiden pemukulan pemilik warung oleh anggota Satpol PP di Gowa, Jokowi mengintruksikan agar semua aparat berhati-hati dalam menurunkan indeks mobilitas masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat, pedagang, PKL, toko. "Saya minta kepada Polri dan juga Mendagri, kepada daerah agar jangan keras dan kasar," ujar Jokowi dalam pengantar ratas evaluasi PPKM darurat pada 16 Juli 2021, yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

"Lakukanlah dengan tegas dan santun. Sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil bagi beras. Itu mungkin bisa sampai malahan pesannya," kata Jokowi.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan, dalam SE yang diterbitkannya, Satpol PP diinstruksikan mengedepankan sikap yang humanis dalam menertibkan masyarakat.

"Kami juga akan keluarkan surat edaran malam ini, dalam rangka PPKM mulai arahan Satpol PP agar tegas dan humanis, santun, manusiawi, tidak berlebihan meski tetap tegas, karena di tengah masyarakat yang berbeda perlu ada langkah tegas, tapi humanis," kata Tito dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (17/7/2021). Ia minta kejadian di Gowa tidak terulang lagi selama melaksanakan tugas.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved