Breaking News:

Banyak Ulama Wafat

Umat Islam Harus Mawas Diri Banyak Ulama Wafat Pertanda Bencana Spiritual

Banyaknya para ulama yang meninggal beberapa waktu belakangan ini tidak segencar perhatiannya dibanding perhatian terhadap masalah lain.  

Editor: Salman Rasyidin
Serambinews.com
Kepala Kementerian Agama Aceh Timur, Tgk H Salman SPd MAg mengatakan wafatnya seorang ulama di sebuah daerah merupakan bencana spiritual. 

SRIPOKU,COM—Banyaknya para ulama yang meninggal beberapa waktu belakangan ini tidak segencar perhatiannya dibanding perhatian terhadap masalah lain.  

Dan yang menyikapinya tidak seberani mengomentari masalah lain yan berkaitan dengan duniawi.  

Seperti dilansi SERAMBINEWS.COM,  yang menguraikan bahwa dalam kurun tahun 2021, sejumlah ulama kharismatik Aceh khususnya di Aceh Timur, telah berpulang ke Rahmatullah dalam waktu yang berdekaan.

Terkait terjadinya peristiwa ini, ada beberapa ibrah atau pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa wafatnya sejumlah ulama di Aceh Timur, yang saling berdekatan dalam tahun yang sama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Timur H Salman jika dilihat dari pandangan ajaran sufistik
wafatnya seorang ulama di sebuah daerah merupakan bencana spiritual.

Namun umat Islam, tidak boleh pesimis dan kehilangan arah.

"Kita harus yakin bahwa Allah akan menjaga agama ini selama kita masih mencintai agama ini. Jadi kita dulu harus mencitai agama ini, maka Allah akan mendatangkan kembali orang-orang yang menegakkah agama,” ungkap H Salman.

 “Jika kita sudah mantap mencintai agama ini, maka Allah SWT, akan mendatangkan ulama baru yang akan mengawal kita,” tambahnya.

Bentuk umat Islam cinta terhadap agamanya, jelas Salman, yaitu mengkaji, dan terus mendalami ilmu keislaman, hingga datang petunjuk dari Allah SWT.

Namun, jika umat Islam semakin jauh dari agama, dan tidak lagi mencintai ulamanya, maka akan terjadi seperti runtuhnya Islam di Cordoba, Spanyol, yang mana umatnya lalai dengan kehidupan dunia, dan bersenang-senang, sehingga Allah SWT, menggantikan pemimpin dan tokoh-tokohnya dari Non Muslim, sehingga dikuasai oleh non muslim.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved