Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Jangan Asal Donor Plasma Konvalesen, Butuh Syarat Khusus: Jangan Saat Kritis Baru Diberi Plasma

Kita ini pakai masker bukan untuk melindungi kita saja, tapi juga melindungi orang sekitar kita yang tidak lebih kuat melawan virusnya.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi 

SAAT kasus Covid-19 melonjak, permintaan Terapi Plasma Konvalesen (TPK) juga turut meningkat. Ahli Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi mengatakan, TPK merupakan teknik memindahkan antibodi dari dalam plasma penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang masih sakit. Sehingga pasien memiliki antibodi tambahan untuk membasmi virus. Dalam acara dipandu Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manager Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, dijelaskan pemberian plasma jangan sampai diberikan saat pasien sudah kritis. Berikut petikan wawancaranya.

*****

Bagaimana Anda melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini?
Saat ini tepat sekali bagi kita menerapkan, waspada boleh, panik jangan, cuek juga jangan. Karena saat ini kita memasuki gelombang kedua. Umumnya lebih besar dari gelombang pertama dan bisa lebih lama.

Kita sekarang ini bukan hanya bilang pemerintah harus begini, harus begitu. Kebijakan pemerintah harus diikuti oleh masyarakatnya. Yang saya imbau cukup sederhana, prokes. Pakai masker yang benar.

Kita ini pakai masker bukan untuk melindungi kita saja, tapi juga melindungi orang sekitar kita yang tidak lebih kuat melawan virusnya. Virus itu ada, bukan dibikin-bikin. Cuma karena tidak terlihat dengan mata, maka kelihatannya kita seperti melawan sesuatu yang tidak ada.

Di gelombang kedua apa dampaknya?
Kemungkinan lebih besar dan lebih lama. Satu-satunya yang harus kita lakukan adalah bertahan. Melakukan prokes dan melaksanakan vaksinasi. Bagi komorbid yang positif salah satunya dengan terapi plasma.

Anda bisa estimasi gelombang kedua berapa lama?
Nanti saya diserang oleh epidimiolog he...he. Kita mau tidak mau harus bertahan karena pada umumnya, gelombang kedua itu lebih lama. Kita sudah masuk periode kita harus bertahan.

Bisa Anda ceritakan soal plasma konvalesen itu apa?
Artinya itu plasma sembuh. Nah terapi plasma konvalesen itu merupakan teknik memindahkan antibodi dari penyintas Covid ke pasien Covid yang masih sakit. Intinya booster antibodi atau antibodi instan.

Apa yang perlu diperhatikan untuk plasma?
Memang agak ruwet. Pertama itu kalau kita kena (Covid-19) kita harus ingat punya penyakit bawaan atau tidak. Kalau ada itu lebih hati-hati. Apalagi kalau ada demam tidak turun-turun sampai seminggu.

Dari pihak keluarga harus hati-hati juga. Saya pengalaman dengan suami. Mulailah cari kamar dulu. Kalau tidak dapat, tidak bisa terapi plasma. Itu hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved