Breaking News:

Berita Banyuasin

45 Lembar Uang Pecahan Rp 100 Ribu Dibakar di Kantor Kejari Banyuasin

Puluhan uang pecahan Rp 100 ribuan dibakar di Kantor Kejari Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (19/7/2021).

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ardi
Pemusnahan barang bukti di depan kantor Kejari Banyuasin, Senin (19/7/2021). Barang bukti yang dimusnahkan ini, merupakan barang sitaan semester pertama tahun 2021 dari bulan Januari hingga Juli. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Puluhan uang pecahan Rp 100 ribuan dibakar di Kantor Kejari Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (19/7/2021).

Uang tersebut dimusnahkan karena hasil sitaan dari para terdakwa yang sudah memiliki berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Puluhan lembar uang pecahan Rp 100 ribu tersebut merupakan uang palsu.

Barang bukti yang dimusnahkan ini, merupakan barang sitaan semester pertama tahun 2021 dari bulan Januari hingga Juli.

Barang bukti yang dimusnahkan ini, dari 130 tindak pidana narkoba sebanyak 72 perkara, pencurian, pemalsuan uang, penggelapan, pembunuhan dengan 41 perkara.
Selain itu, ada tindak pidana Perikanan, Kehutanan, Perjudian, Pemalsuan dengan jumlah 17 perkara.

"Untuk uang palsu pecahan Rp 100 ribu, yang dimusnahkan sebanyak 45 lembar. Ini sitaan dari tindak pidana pemalsuan uang," ujar Kejari Banyuasin Budi Herman usai pemusnahan.

Selain itu, barang bukti lain yang dimusnahkan berupa sabu seberat
1 kg lebih, pil ekstasi sebanyak 33 butir atau seberat 16.86 gram dan ganja seberat 100 gram. Apabila dirupiahkan, narkotika tersebut ditaksir senilai lebih kurang Rp 1 miliar.

Selain itu, ada pula pemusnahan baby lobter dari hasil ungkap kasus dan tersangkanya sudah divonis pengadilan.

"Kegiatan ini, juga masuk dalam rangkaian peringatan hari jadi Adyaksa ke 61," pungkasnya.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan dari barang bukti yang dimusnahkan terlihat cukup banyak barang bukti jenis narkoba. Sehingga, ini juga menjadi konsentrasi bagi Pemkab Banyuasin untuk perhatian tersendiri.

"Wilayah Banyuasin ini, dianggap strategis bagi para bandar untuk memasukan barangnya. Karena, langsung berbatasan dengan Palembang. Kami juga bersama unsur terkait baik itu kejaksaan, kepolisian dan TNI untuk sama-sama memberantas narkotika ini," katanya.

Menurut Askolani, saat ini narkoba sudah sangat meresahkan. Sehingga memang, butuh perhatian khusus dan sama-sama dengan semua stakeholder yang ada untuk memberantasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved