Breaking News:

PPKM Darurat

PILIH Masuk Penjara Ketimbang Bayar Rp5 Juta, Pelanggar PPKM Darurat Beber Kondisi di Lapas

Asep Lutfi Suparman (23), pemilik kedai kopi asal Tasikmalaya yang jalani kurungan tiga hari sesuai pilihannya karena langgar PPKM Darurat

Editor: Wiedarto
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Asep Lutfi Suparman (23), telah bebas di Lapas Kelas II B Tasikmalaya seusai menjalani 3 hari kurungan penjara sesuai pilihannya saat vonis sidang ketimbang bayar denda Rp 5 juta karena melanggar PPKM Darurat, Minggu (18/7/2021) 

SRIPOKU.COM, TASIKMALAYA--Asep Lutfi Suparman (23), pemilik kedai kopi asal Tasikmalaya yang jalani kurungan tiga hari sesuai pilihannya karena langgar PPKM Darurat mengaku tak betah selama mendekam di Lapas Kelas II B Tasikmalaya. Namun, dirinya mengaku pelayanan pihak Lapas baik dan sesuai dengan prosedur yang diterapkan selama ini kepada warga binaannya.

"Ya, gak betah sih, siapa yang akan betah dipenjara. Cuma, saya betah-betahin saja. Tapi, di Lapas baik-baik orangnya, enggak seperti perkiraan saya seperti di film-film selama ini. Sempat laget sih awalnya, tapi ke sininya baik-baik saja," jelas Asep seusai keluar dari Lapas Kelas II B Tasikmalaya pada Minggu (18/7/2021).

Asep tak keberatan kepalanya dipelontos saat masuk Lapas Asep pun tak mempermasalahkan kepalanya diplontos karena itu sesuai dengan aturan Lapas kepada para tahanan baru. Dirinya memaklumi hal itu karena semua pegawai Lapas sangat ketat mengikuti aturan yang sudah ditentukan selama ini. "Enggak masalah sih kepala saya diginiin, itu kan aturan, saya ikuti sesuai aturan saja. Memang, ada bareng sama saya tahanan baru, sama di giniin model rambutnya," tambah Asep.

Selama menjalani kurungan tiga hari dirinya terpisah dengan narapidana lainnya setelah sebelumnya sempat disatukan bersama tahanan lainnya. Namun, karena alasan penuh dan protokol kesehatan akhirnya dirinya ditempatkan di tempat lain sendirian.

"Iya, memang awalnya di sel bersama tahanan lain. Tapi karena penuh dan alasan prokes, akhirnya saya dipisahkan sendirian," ujar Asep. Asep menilai kejadian yang menimpanya ini merupakan pelajaran hidupnya yang berharga.
Sehingga, dirinya mengaku akan lebih taat aturan terutama aturan darurat demi kepentingan rakyat banyak. "Iya, ini diambil hikmahnya saja. Terpenting kepada masyarakat mendingan lebih memilih taati aturan saja," ungkapnya.

Asep pasrah dipenjara karena tak punya uang bayar denda PPKM Asep menjalani kurungan selama tiga hari di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi mengeksekusi Asep, yang memilih tiga hari kurungan penjara sesuai vonis persidangan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021).

Asep menjalani hukuman itu setelah dinyatakan bersalah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Asep sebelumnya mengaku kaget karena menjalani hukumannya di Lapas bersama ratusan narapidana berbagai kasus lainnya, dan tidak di Polres atau Polsek sesuai perkiraan sebelumnya. "Saya kaget, iya kaget, saya kira ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahannya di Lapas. Tapi saya siap," jelas Asep kepada wartawan saat hendak memasuki gerbang besi Lapas, Kamis siang.

Asep merupakan pemilik kedai kopi asal Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang lebih memilih dipenjara selama tiga hari daripada bayar denda Rp 5 juta ke Negara sesuai vonis hakim di persidangan virtual Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (13/7/2021).

Sidang yang dipimpin hakim Abdul Gofur tersebut digelar bagi 9 pelaku usaha lainnya yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. "Vonis denda bagi terdakwa denda Rp 5 Juta atau subsider kurungan 3 hari penjara. Terdakwa terbukti melanggar batas waktu operasi sesuai PPKM Darurat melebihi pukul 8 malam," jelas Gofur, membacakan vonis pelanggar Asep.

Sesuai putusan hakim, Asep langsung menghampiri meja petugas Kejaksaan Negeri Tasikmalaya di ruang sidang tersebut untuk menentukan pilihan menjalani 3 hari kurungan. Dirinya beralasan selama ini tak memiliki uang sebanyak itu dan lebih memilih menjalani subsidernya di depan jaksa. "Saya memilih menjalani kurungan penjara 3 hari saja Pak. Saya sudah yakin itu. Saya tak memiliki uang bayar denda ke Negaranya," kata Asep.

Menurut Asep, kedai kopinya terazia petugas saat melayani pembeli di tempat dan melebihi batas waktu Pukul 20.00 WIB selama PPKM Darurat. Dirinya hanya pasrah dan dimintai menjalani sidang secara virtual khusus pelanggar PPKM Darurat di Taman Kota Tasikmalaya. "Saya hadir, tadi vonis, saya pilih subsidernya saja," kata Asep.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengalaman Asep 3 Hari Masuk Lapas gara-gara Langgar PPKM: Saya Betah-betahin...",
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Aprillia Ika

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved