Breaking News:

Khasiat Daun Ekor Naga

Cara Budidaya Tanaman Ekor Naga di Rumah Agar Subur, Tumbuh Satu Pucuk Daun Harganya Jutaan Rupiah

Ekor Naga tak hanya menjadi tanaman hias yang mempercantik teras rumah saja, namun memiliki segudang manfaat yang baik bagi kesehatan

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/H SALMAN RASYIDIN
Daun ekor naga dari tanaman ekor naga yang dibudidayakan salah seorang warga Kota Palembang, Drs H Salman Rasyidin. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Ekor Naga tak hanya menjadi tanaman hias yang mempercantik teras rumah saja, namun memiliki segudang manfaat yang baik bagi kesehatan.

Nah, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bercocok tanam Ekor Naga bisa Anda lakukan. Budidaya tanaman yang memiliki nama lain Epiprenum Pinatum itu terbilang sangat mudah yang cocok sekali untuk para pemula. 

Om Rachman pemilik Hijaukan Teras menceritakan sedikit cara pemeliharaan yang sederhana. Tanaman cukup diletakan ditempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, penyiraman dapat dilakukan setiap tiga hari sekali 

Untuk perbanyakan atau pengembang biakan bisa dilakukan dengan cara stek batang, akar anginnya dapat dibungkus menggunakan cup plastik berisi lumut atau cocopeat, sekitar 3 minggu setelah akar serabut tumbuh, bisa dilakukan pemotongan di batang. 

Kemudian ditanam Atau bisa dengan cara propagasi menggunakan media air, potong 3 daun pucuk yg telah memiliki akar angin, menggunakan alat potong yang telah disteril terlebih dahulu, kemudian masukkan tanaman ke dalam jar berisi air mineral dicampur vitamin B1 1 tetes, kira2 2-3 minggu akar serabut telah tumbuh, dapat dipindahkan ke dalam pot berisi media tanam.

"Dari sisi perawatan dan pengembang biakannya tak ribet dan mudah tumbuh jika media tanam yang digunakan sesuai. Semakin terawat maka lembaran daunnya akan semakin cerah dan segar," Jelasnya. 

Untuk lama proses pengembang biakan dalam usia 1 bulan sudah bisa dilakukan. Namun untuk menunggu daun merekah sempurna seperti laiknya ekor Naga membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Harganya Jutaan Rupiah
Orang awam mungkin akan kaget dan tak percaya ketika mendengar harga jual bunga "Ekor Naga Variegata" atau daun ekor naga yang cukup fantastis.
Bayangkan saja, baru tumbuh satu daun saja harganya sudah dibanderol Rp1,8 juta.
Tentu harga yang cukup mahal untuk setangkai bunga.
"Ya memang cukup tinggi harganya, baru tumbuh satu lembar daun, bunga Ekor Naga Variegata harganya dilepas Rp1,8 juta," ungkap Diding (31), owner WD Brownies, Cake, Cookies and Bakkery, dibincangi Sripoku.com, Rabu (7/7/2021).
Diding seorang penjual kue dan sekaligus penjual aneka bunga.
Selain menjual kue, di tokonya yang berlokasi di Jalan Nangka Lintas Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, dia juga memajang aneka bunga untuk dijual.
"Kalau yang ini namanya Monstera King. Kalau udah tumbuh seperti ini harganya sekitar Rp 1 jutaan," kata Diding, sembari memerlihatkan bunga Monstera King (keluarga ekor naga) yang dipajang di bagian depan tokonya.
Kembali ke bunga Ekor Naga Variegata, menurut Diding, harga jualnya memang agak lebih tinggi.
Ini karena bunga Ekor Naga Variegata ini termasuk jenis yang "ada kelainan" atau albino.
Jika bunga sejenisnya hanya satu warna, maka bunga Ekor Naga Variegata warnanya ada dua, yaitu satu sisi daun berwarna putih dan di sisi lain berwarna hijau atau bertotol-totol putih diatas warna hijau.
"Ekor Naga Variegata ini ibaratnya bunga dengan kelainan. Ini kalau yang sudah jadi dan tumbuhnya bagus harganya bisa tak ternilai. Bisa ditukar sama mobil sekelas Avanza," katanya.
Menurut Diding, ada banyak jenis bunga "Ekor Naga".
Seperti Eripremnum Pinatum atau Ekor Naga Variegata.
Kemudian ada juga Raphidopora Tetrasperma, Monstera Borsigiana, Borsigiana Variegata, Deliciosa King dan aneka jenis lainnya dari keluarga bunga ini.
Di tempatnya, dia membudidaya beberapa jenis bunga yang termasuk dalam keluarga bunga "Ekor Naga" tersebut.
Dia baru sekitar satu tahunan menggeluti "Dunia Bunga".
Selain untuk koleksi juga untuk dijual.
Menurutnya, sudah ada beberapa bunganya yang dibeli, tapi jumlahnya belum terlalu banyak.
Sebagian lagi dibarter dengan sesama pehobi bunga "Ekor Naga".
"Kalau yang ekonomis itu, yang baru tumbuh satu daun. Untuk bunga ekor naga atau monstera king yang biasa, itu satu daun harganya sekitar Rp100 ribu. Ini yang paling banyak terjual," ujarnya.
Diding, memerlihatkan Bunga Monstera King di tokonya Jalan Nangka Lintas Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, Rabu (7/7/2021).
Diding, memerlihatkan Bunga Monstera King di tokonya Jalan Nangka Lintas Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, Rabu (7/7/2021). (SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI)
"Kalau yang udah besar, itu cuma kolektor yang cari. Yang besar itu juga paling ngajak tukeran, sesama komunitas bunga, ada yang dari Kepahyang Bengkulu. Untuk yang besar tidak ada patokan harga, kalau sudah suka berapa saja," katanya.
Dikatakan, bunga Monstera King atau keluarga Monstera, adalah bunga yang berasal dari Amerika Latin.
Sedangkan bunga Ekor Naga, adalah bunga lokal atau bunga asli Indonesia yang biasanya tumbuh di dalam hutan-hutan belantara.
"Tapi meski dari luar negeri, keluarga Monstera King sudah banyak disini, karena dibudidayakan," katanya.
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved